MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Momentum penting bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) tercipta dalam rangkaian kunjungan jajaran menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto di daerah tersebut.
Dari berbagai agenda yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari, salah satu momen yang paling menyita perhatian terjadi di ruang kerja Gubernur NTB.
Di hadapan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri, serta sejumlah pejabat kementerian, muncul pembahasan mengenai kebutuhan rumah subsidi bagi masyarakat NTB.
Pada awal pembahasan, NTB disebut memperoleh alokasi awal sebanyak 5.000 unit rumah subsidi. Namun angka tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian layak.
Di tengah diskusi bersama para pengembang perumahan subsidi, Menteri PKP, Maruarar Sirait kemudian memberikan kesempatan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
Pertanyaan yang muncul sederhana, namun memiliki dampak besar: berapa jumlah rumah subsidi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat NTB?
Merespons kesempatan itu, Gubernur Iqbal langsung menyampaikan usulan peningkatan kuota menjadi 10.000 unit rumah subsidi.
Usulan tersebut disampaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta aspirasi yang berkembang di berbagai daerah di NTB.
Respons cepat kemudian datang dari Menteri PKP. Dalam suasana yang disebut berlangsung dinamis, usulan itu bukan hanya disetujui, tetapi juga ditambah menjadi 11.000 unit rumah subsidi.
Keputusan tersebut disambut antusias oleh peserta yang hadir, termasuk para pengembang perumahan.
Penambahan kuota rumah subsidi ini dipandang memiliki dampak langsung terhadap akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh tempat tinggal yang layak.
Selain itu, peningkatan jumlah pembangunan rumah subsidi juga dinilai berpotensi mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui sektor properti dan industri pendukung lainnya.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi sinyal adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong program perumahan bagi masyarakat.
Dengan komitmen 11.000 unit rumah subsidi tersebut, ribuan keluarga di NTB kini berpeluang lebih besar untuk mendapatkan akses hunian yang terjangkau dan layak.(arz)

















