Hasrat Berkuasa Sari Yuliati, Pemuda Lombok Nyatakan Sikap

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 1957, dinamika politik nasional hingga daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai menunjukkan eskalasi yang semakin intens.

Hasrat berkuasa yang ditunjukkan oleh Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Golkar, Sari Yulianti, kini memicu resistensi hebat tidak hanya di tingkat elit nasional, tetapi juga meledak di kalangan akar rumput pemuda Pulau Lombok yang mulai mempertanyakan kontribusi nyata sang politisi.

Direktur Nasional Politik (NasPol) NTB, Ardiansyah, mengungkapkan bahwa klaim sepihak mengenai adanya “dukungan mutlak” dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terhadap Sari Yulianti sebagai calon tunggal Ketua Kosgoro 1957 kini telah terbongkar dan terbukti tidak berdasar.

Strategi yang disebut sebagai Pseudo-Endorsement ini alih-alih menakut-nakuti lawan, justru memicu gelombang balik (counter-wave) berupa mosi tidak percaya massal dari 38 Pimpinan Daerah Khusus (PDK) Kosgoro se-Indonesia, yang kini solid mengalihkan dukungan ke gerbong senior Agung Laksono.

Akar Rumput Lombok Menggugat: Mana Kinerja Sari Yulianti?

Runtuhnya legitimasi klaim Sari Yulianti di tingkat nasional langsung menyulut respons kritis dari daerah pemilihannya di NTB.

Salah satu perwakilan pemuda Pulau Lombok, Mahmud, warga asal Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), secara terbuka menyatakan sikap tegas atas situasi politik ini.

Mahmud dengan lantang mempertanyakan apa saja kerja nyata dan kinerja konkret yang telah diberikan oleh Sari Yulianti selama ini untuk masyarakat, khususnya pemuda di Pulau Lombok.

Baca Juga :  REPOSISI GEOEKONOMI INDONESIA

“Selama ini kami hanya disuguhi narasi kekuasaan dan klaim restu di Jakarta. Pertanyaannya, mana kinerja nyata Sari Yulianti untuk kami di Pulau Lombok? Sebagai pemuda daerah, kami tidak merasakan dampak signifikan dari keberadaan beliau di pucuk kekuasaan partai nasional. Menjelang Mubes Kosgoro dan Pilkada ini, hasrat berkuasa itu makin mencolok, sementara nasib aspirasi lokal diabaikan,” ujar Mahmud tegas.

Menurut Mahmud, momentum politik ini harus menjadi titik balik bagi seluruh elemen masyarakat Lombok untuk sadar secara politik.

Ia menegaskan bahwa daripada terus-menerus memberikan panggung kepada figur yang bukan asli orang Lombok atau NTB yang hanya sibuk memburu legitimasi semu demi ambisi suksesi personal di Jakarta, jauh lebih bijaksana dan terhormat bagi masyarakat NTB untuk mengonsolidasikan kekuatan sendiri.

“Lebih baik hari ini kita bersatu, merapatkan barisan, dan memberikan suara serta dukungan penuh kepada tokoh-tokoh asli Lombok saja. Tokoh lokal jauh lebih memahami kultur, kebutuhan, dan memiliki ikatan emosional yang jujur untuk memajukan daerah ini, bukan menjadikan NTB sekadar batu loncatan politik,” tegas Mahmud.

Krisis Kepercayaan Meluas dan Paranoia Politik Lokal

Menanggapi suara kritis dari pemuda Lombok tersebut, Ardiansyah selaku Direktur NasPol NTB menilai bahwa munculnya pernyataan sikap dari Mahmud asal Desa Perampuan adalah indikator sahih adanya krisis kepercayaan (broken trust) yang sudah menjalar ke tingkat paling bawah.

Baca Juga :  Selamat!, Dwi Jaya Saputra Ditunjuk Zulhas Nakhodai DPD PAN Kota Mataram

Hal ini sejalan dengan analisis Teori Politik Kartel (Cartel Politics) yang menunjukkan keretakan aliansi elit pasca terbongkarnya klaim sepihak Sari Yulianti di Jakarta.

Di level regional NTB, efek domino dari runtuhnya dominasi semu Sari Yulianti ini memicu paranoia mutual antara dirinya dan Ketua DPD I Golkar NTB, H. Mohan Roliskana. Konstalasi yang awalnya terlihat solid kini berada di ujung tanduk.

Lebih jauh, Ardiansyah menyimplukan bahwa hasrat berkuasa Sari Yulianti yang tidak ditopang oleh fondasi organisasi yang jujur dan rekam jejak kinerja nyata di daerah kini telah menemui jalan buntu.

Pernyataan sikap pemuda Lombok seperti yang diutarakan Mahmud adalah bukti bahwa akar rumput menginginkan perubahan.

Bagi para elit dan masyarakat Golkar di NTB, tidak ada pilihan lain selain membaca arah angin secara jeli. Aliansi yang megah di luar namun rapuh di dalam akibat saling curiga hanya akan membawa kemunduran.

Konsolidasi untuk kembali mendukung figur dan tokoh asli Lombok yang memiliki komitmen orisinal kini menjadi opsi paling rasional untuk menyelamatkan masa depan politik Nusa Tenggara Barat.(arz)

Berita Terkait

PTMSI DKI Jakarta Buka Bursa Calon Ketua Umum 2026–2030, Target Pertahankan Supremasi Juara Umum di PON 2028
Jumat Berkah, Bupati Iron Lantik 115 Kepala Sekolah di Lombok Timur, Tekankan Pendidikan Akhlak dan Integritas
Fauzan Khalid Dorong Bawaslu Perkuat Pencegahan Pelanggaran Pemilu Lewat Pendidikan Politik
Sekda Lombok Timur Tegaskan Dukungan KTP ASN Tak Memenuhi Syarat dalam Pilkades
Fauzan Khalid Soroti Kualitas Pemilu yang Menurun, Masyarakat Diminta Lebih Aktif Mengawasi
Fauzan Khalid Ajak Umat Tak Sekadar Bersyukur, tetapi Juga Menebar Kebaikan
Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf
Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 16:05 WIB

PTMSI DKI Jakarta Buka Bursa Calon Ketua Umum 2026–2030, Target Pertahankan Supremasi Juara Umum di PON 2028

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Jumat Berkah, Bupati Iron Lantik 115 Kepala Sekolah di Lombok Timur, Tekankan Pendidikan Akhlak dan Integritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Fauzan Khalid Dorong Bawaslu Perkuat Pencegahan Pelanggaran Pemilu Lewat Pendidikan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Sekda Lombok Timur Tegaskan Dukungan KTP ASN Tak Memenuhi Syarat dalam Pilkades

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Fauzan Khalid Soroti Kualitas Pemilu yang Menurun, Masyarakat Diminta Lebih Aktif Mengawasi

Berita Terbaru