Lindungi Hiu Paus, Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Laut

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi NTB resmi menetapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi melalui kebijakan baru yang menempatkan perlindungan ekosistem sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa arah pengembangan kawasan tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam jangka pendek.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.

Melalui regulasi ini, Pemprov NTB mengunci arah pembangunan Teluk Saleh agar tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Seluruh aktivitas ekonomi, termasuk sektor pariwisata, diwajibkan mengikuti batas daya dukung ekosistem yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan berbasis kekuatan alam dan ekosistem daerah.

Baca Juga :  Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Usai Pergantian Pimpinan, Pegawai Sempat Tertahan di Lobi

“Teluk Saleh tidak dibangun dari eksploitasi, tetapi dari perlindungan ekosistemnya. Di situlah letak daya saing dan keberlanjutan kawasan ini,” tegasnya.

Kawasan seluas 73.165,05 hektare itu dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman yang melindungi habitat hiu paus atau Rhincodon typus.

Area perlindungan mencakup wilayah makan, pembesaran, hingga jalur migrasi alami hiu paus sepanjang tahun.

Pemprov NTB juga menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan kawasan, termasuk studi kelayakan investasi dan pariwisata, wajib mengacu pada prinsip konservasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Simbol Adat Sasak: Prosesi Sorong Serah Aji Krame Pasangan Pengantin Amrullah dan Noviati Annur Jiwani

“Studi kelayakan harus mengikuti arah kebijakan konservasi, bukan sebaliknya,” tegas pria yang akrab disapa AKA tersebut.

Pendekatan ini dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan kawasan tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Ekosistem laut justru diposisikan sebagai aset utama dalam menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

Selain memberikan kepastian arah bagi investor, kebijakan konservasi ini juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di sekitar Teluk Saleh.

Dengan fondasi konservasi yang diperkuat, Teluk Saleh kini diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang kompetitif di tingkat global sekaligus berkelanjutan untuk masa depan.(arz)

Berita Terkait

AMAN Mataram Verifikasi Peta Wilayah Adat Tanjung Karang, 7 Titik Ikan Teridentifikasi
Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau
Bupati Lombok Timur Hadiri Selametan Otak Reban di Sambelia, Soroti Pelestarian Alam
Masyarakat Adat Tanjung Karang Petakan Wilayah Adat, Batas Darat dan Laut Jadi Fokus
Bidik Wisatawan UEA, Gubernur NTB Genjot Pariwisata Premium Lombok dan Sumbawa
Honda ADV 160 Mistery Exploride, Menjelajahi Sisi Misterius Mata Air Ranget pada Malam Hari
Anggota DPR RI Fauzan Khalid Siap Bina Grup Cilokak Alur Wah di Lombok Tengah
MotoGP Mandalika 2026 Pecah Rekor Penonton, Gubernur Iqbal: NTB Makin Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AMAN Mataram Verifikasi Peta Wilayah Adat Tanjung Karang, 7 Titik Ikan Teridentifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Bupati Lombok Timur Hadiri Selametan Otak Reban di Sambelia, Soroti Pelestarian Alam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Masyarakat Adat Tanjung Karang Petakan Wilayah Adat, Batas Darat dan Laut Jadi Fokus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Bidik Wisatawan UEA, Gubernur NTB Genjot Pariwisata Premium Lombok dan Sumbawa

Berita Terbaru