Sejak Dilantik Jadi Presiden, Prabowo Sudah Keliling 28 Negara dalam 95 Hari

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan resmi kenegaraan di Prancis.

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan resmi kenegaraan di Prancis.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Presiden RI Prabowo Subianto tercatat cukup aktif menjalankan diplomasi internasional sejak resmi dilantik pada Oktober 2024.

Hingga April 2026, Presiden Prabowo dilaporkan telah melakukan sekitar 49 hingga 50 perjalanan dinas ke luar negeri dengan total waktu mencapai 95 hari.

Dalam periode tersebut, kepala negara telah mengunjungi sedikitnya 28 negara berbeda untuk menghadiri agenda bilateral, forum internasional, hingga kerja sama strategis dengan berbagai mitra dunia.

Baca Juga :  Ini Alasan Milenial di Kota Mataram Pilih Honda Dibandingkan Merek Lain

Malaysia menjadi negara yang paling sering dikunjungi Presiden Prabowo dengan total lima kali lawatan. Sementara Uni Emirat Arab berada di posisi berikutnya dengan empat kunjungan resmi.

Adapun Amerika Serikat, Inggris, dan Mesir masing-masing telah tiga kali masuk dalam daftar kunjungan luar negeri Presiden RI tersebut.

Tingginya intensitas perjalanan internasional Presiden Prabowo pun mulai menjadi perhatian publik, terutama jika dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya.

Baca Juga :  BKSP DPD RI Optimistis Integrasi Pariwisata dan Energi Terbarukan Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tercatat melakukan sekitar 58 kunjungan kerja internasional selama dua periode pemerintahannya.

Sementara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui menjalani sekitar 86 lawatan luar negeri selama menjabat.

Aktivitas diplomasi luar negeri yang cukup intens ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.(ltn)

Berita Terkait

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK
Fauzan Khalid Minta KemenPAN-RB dan BKN Selamatkan Guru Honorer yang Mengabdi Puluhan Tahun
Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka
STN dan LMND Bentuk Sekretariat Bersama untuk Percepat Program Strategis Nasional Prabowo–Gibran
Fahri Hamzah Ungkap Penyebab Korupsi Terus Terjadi di Indonesia, Sistem Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WIB

Fauzan Khalid Minta KemenPAN-RB dan BKN Selamatkan Guru Honorer yang Mengabdi Puluhan Tahun

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03 WIB

Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Berita Terbaru