Harfina, Kartini dari Timur Indonesia yang Menembus Dunia Tambang dan Menginspirasi Perempuan Bangkit

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harfina.

Harfina.

MAKASSAR, LOMBOKTODAY.ID – Kalimat legendaris “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwariskan Raden Ajeng Kartini lebih dari satu abad lalu masih relevan hingga hari ini.

Namun kini, cahaya perjuangan perempuan Indonesia tidak hanya bersinar dari Jepara, Jawa Tengah, tempat Kartini dilahirkan. Terang itu juga datang dari Indonesia Timur.

Salah satu sosok yang merepresentasikan semangat Kartini masa kini adalah Harfina, perempuan asal Sulawesi yang berhasil menembus dan menorehkan prestasi di industri pertambangan, sektor yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Lulusan Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tahun 2013 ini telah mengabdikan dirinya di dunia pertambangan dan pengolahan mineral selama lebih dari 17 tahun.

Pengalaman panjang tersebut menjadikan Harfina tidak hanya dikenal sebagai profesional yang memahami seluk-beluk industri tambang, tetapi juga sebagai entrepreneur yang mampu menciptakan peluang dan memberikan inspirasi bagi banyak perempuan.

Berkat dedikasi dan kiprahnya, Harfina bahkan mendapat julukan sebagai “Cendekia Kartini Tambang dari Timur”, sebuah pengakuan atas kontribusinya dalam membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk berkiprah di sektor strategis nasional.

Jika Kartini dahulu memperjuangkan hak perempuan melalui tulisan dan pemikiran, maka Kartini masa kini hadir dengan cara berbeda. Mereka mengenakan helm keselamatan, sepatu safety, dan terjun langsung ke lapangan.

Baca Juga :  Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

Perempuan Indonesia kini dapat ditemukan sebagai engineer, surveyor, operator alat berat, ahli geologi, hingga pengusaha tambang. Mereka membuktikan bahwa kompetensi, keberanian, dan kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender.

Fenomena ini juga terlihat kuat di Indonesia Timur, wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti nikel, emas, tembaga, dan bauksit.

Jika dahulu perempuan di kawasan tambang lebih sering menjadi penonton, kini mereka hadir sebagai pelaku utama pembangunan.

Di Halmahera, perempuan memimpin tim eksplorasi. Di Morowali, mereka mengoperasikan alat berat. Sementara di Papua, sejumlah perempuan mulai merintis usaha dan koperasi berbasis pengolahan hasil tambang rakyat.

Bagi Harfina dan banyak perempuan lainnya, bekerja di sektor pertambangan bukan hanya soal menggali sumber daya alam. Industri ini menjadi ruang untuk menciptakan perubahan yang lebih luas.

Melalui pekerjaan mereka, banyak perempuan mampu membiayai pendidikan keluarga, membantu adik-adiknya melanjutkan sekolah, hingga menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga.

Mereka juga terlibat dalam berbagai program keberlanjutan, termasuk reklamasi lahan pascatambang untuk memastikan lingkungan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Tak kalah penting, keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan di daerah. Kehadiran sosok seperti Harfina membuktikan bahwa cita-cita tidak dibatasi oleh lokasi geografis, latar belakang keluarga, maupun stereotip pekerjaan.

Baca Juga :  Inventarisasi Materi Pengawasan Pelaksanaan UU Desa, Komite I DPD RI Kunker ke Kutai Kartanegara

Perjuangan perempuan masa kini memang berbeda dengan era Kartini. Jika dahulu pena menjadi alat perjuangan, kini perempuan berbekal pendidikan, keterampilan, sertifikasi, dan profesionalisme untuk membuka jalan menuju kesetaraan.

Meski demikian, esensi perjuangannya tetap sama: memerdekakan diri dari batasan, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan membuka peluang bagi generasi berikutnya.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Stigma sosial, medan kerja yang berat, hingga jarak dengan keluarga menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun perempuan-perempuan tangguh ini terus melangkah karena mereka percaya setiap langkah yang diambil hari ini akan membuka jalan yang lebih luas bagi anak-anak perempuan Indonesia di masa depan.

Jika Kartini dahulu bermimpi agar perempuan memperoleh akses pendidikan, maka Kartini dari Timur hari ini membuktikan bahwa perempuan juga mampu memimpin, mengambil keputusan strategis, dan menjadi penggerak perubahan di sektor industri.

Harfina adalah salah satu representasi nyata dari semangat tersebut. Lahir dari keluarga sederhana, ia berhasil tumbuh menjadi sosok yang disegani di dunia pertambangan berkat tekad, kerja keras, dan konsistensi dalam berkarya.

“Habis gelap terbitlah terang” bukan lagi sekadar semboyan. Dari Timur Indonesia, cahaya itu terus menyala—mengilap seperti nikel, kuat seperti baja, dan setangguh perempuan-perempuan yang berani melampaui batas untuk menginspirasi negeri.(Sid)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian
Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia
Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata
Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot
Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi
Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas
Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:36 WIB

Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:03 WIB

Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata

Senin, 27 Juli 2026 - 15:01 WIB

Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02 WIB

Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab

Berita Terbaru