LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim), M. Nurul Wathoni, mengunjungi keluarga siswa SDN 5 Pringgasela yang menjadi korban tragedi sengatan listrik di kawasan Gili Lampu, Kecamatan Sambelia, beberapa waktu lalu.
Kunjungan yang berlangsung usai salat Jumat, Jumat (12/6/2026) itu dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Dikbud didampingi Kepala UPTD Dikbud Pringgasela, pengawas sekolah, pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta sejumlah guru.
Rombongan mendatangi kediaman keluarga korban di Dusun Debokar untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas insan pendidikan di Lombok Timur, Dinas Dikbud bersama keluarga besar UPTD Dikbud Pringgasela menyerahkan bantuan santunan sebesar Rp20 juta.
Santunan tersebut diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dunia maupun korban yang masih menjalani perawatan.
“Uang santunan ini merupakan bentuk belasungkawa dari keluarga besar UPTD Dikbud Pringgasela yang kami serahkan kepada keluarga korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih dalam perawatan,” ujar M. Nurul Wathoni.
Dalam suasana penuh haru, Wathoni juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan serta mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga dan masyarakat setempat.
Ia berharap tragedi sengatan listrik yang menimpa para siswa tersebut menjadi pelajaran bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
“Semoga ini menjadi musibah terakhir. Ke depan, peristiwa ini harus menjadi catatan penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan senantiasa mematuhi regulasi yang berlaku demi keselamatan bersama,” katanya.
Tragedi di Gili Lampu, Sambelia, yang melibatkan siswa SDN 5 Pringgasela itu menyita perhatian masyarakat Lombok Timur.
Kehadiran jajaran Dinas Dikbud bersama para kepala sekolah dan guru diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi keluarga korban yang sedang menghadapi masa sulit.(Kml)

















