Presiden Prabowo Sedih Copot Pimpinan BGN Usai Kasus Korupsi MBG, Akui Sudah Lama Terima Laporan Kejanggalan

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto.

BOGOR, LOMBOKTODAY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih harus mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala lembaga tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan BGN selama periode 2025 hingga 2026.

Ketiganya diamankan Kejagung pada Rabu (3/6/2026) setelah penyidik melakukan penggeledahan di kantor BGN.

Sehari sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi telah mengumumkan pencopotan ketiga pejabat tersebut dari jabatannya.

Pemerintah kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Dalam pidatonya pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Presiden Prabowo menyinggung proses pergantian pimpinan BGN yang menurutnya bukan keputusan mudah.

Presiden Prabowo mengaku harus mengambil langkah tersebut meski secara pribadi memiliki kedekatan dan kepercayaan terhadap para pejabat yang kini terseret proses hukum.

Baca Juga :  Wabup Loteng Bersama Sekda NTB Dampingi Menhut Kunker di Kawasan Persemaian Modern Mandalika

“Saya sebetulnya hari ini sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara,” kata Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden Prabowo memilih tidak memberikan banyak komentar terkait kasus yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Saya tidak mau banyak komentar. Karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu, saya tidak boleh banyak komentar, seolah saya memengaruhi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presdien Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai sejumlah kejanggalan dan indikasi penyimpangan di tubuh BGN sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, berbagai laporan tersebut menjadi perhatian serius karena Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyasar masyarakat dan anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

“Jadi, memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” ungkapnya.

Presiden Prabowo menegaskan kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Karena itu, dugaan penyimpangan yang terjadi harus ditangani secara serius demi menjaga kredibilitas program strategis pemerintah.

Baca Juga :  Dr TGH Muh Fikri Terpilih sebagai Ketua FKSPP Lotim Periode 2025-2030

“Dalam setiap organisasi, pengaruh pimpinan sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” tegasnya.

Setelah menerima laporan tersebut, Presiden Prabowo mengaku langsung memanggil sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk melakukan pendalaman.

Ia menilai Program MBG memiliki peran strategis dalam menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi negara. Menyangkut rakyat yang sangat perlu bantuan berpihak,” kata Presiden Prabowo.

Menurutnya, banyak negara maju telah menerapkan program makan gratis bagi anak sekolah sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas kesehatan, meningkatkan kecerdasan generasi muda, dan mengurangi kemiskinan.

“Program ini sangat penting. Dan kalau berhasil akan menimbulkan kemajuan sangat besar bagi negara kita,” ucapnya.

Kasus dugaan korupsi Program MBG yang menyeret mantan pimpinan BGN kini menjadi sorotan publik. Kejagung masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program unggulan pemerintah tersebut.(Sid)

Berita Terkait

Jumat Berkah, Bupati Iron Lantik 115 Kepala Sekolah di Lombok Timur, Tekankan Pendidikan Akhlak dan Integritas
Fauzan Khalid Dorong Bawaslu Perkuat Pencegahan Pelanggaran Pemilu Lewat Pendidikan Politik
Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Sekda Lombok Timur Tegaskan Dukungan KTP ASN Tak Memenuhi Syarat dalam Pilkades
Fauzan Khalid Soroti Kualitas Pemilu yang Menurun, Masyarakat Diminta Lebih Aktif Mengawasi
Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur NTB Raih Penghargaan Santri of The Year 2026
Honda Bikers Day 2026 Himpun 32.214 Bikers, Ambarawa Jadi Panggung Persaudaraan Nasional
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Jumat Berkah, Bupati Iron Lantik 115 Kepala Sekolah di Lombok Timur, Tekankan Pendidikan Akhlak dan Integritas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Fauzan Khalid Dorong Bawaslu Perkuat Pencegahan Pelanggaran Pemilu Lewat Pendidikan Politik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Sekda Lombok Timur Tegaskan Dukungan KTP ASN Tak Memenuhi Syarat dalam Pilkades

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Fauzan Khalid Soroti Kualitas Pemilu yang Menurun, Masyarakat Diminta Lebih Aktif Mengawasi

Berita Terbaru