Tim Bank Dunia, Kemendagri dan Kemenkes Datangi Lombok Timur, Ini Fokus Evaluasi Penurunan Stunting

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya saat menerima kunjungan Tim Monev Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia, Kemendagri, Kemenkeskes, serta Poltekkes Mataram,  di ruang rapat Bappeda Lotim, Rabu (24/6/2026).

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya saat menerima kunjungan Tim Monev Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia, Kemendagri, Kemenkeskes, serta Poltekkes Mataram, di ruang rapat Bappeda Lotim, Rabu (24/6/2026).

LOTIM, LOBOKTODAY.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting yang terdiri dari perwakilan Bank Dunia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), serta Poltekkes Mataram, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda Lombok Timur.

Agenda ini merupakan bagian dari program pendampingan percepatan penurunan dan pencegahan stunting yang tengah dijalankan pemerintah pusat bersama sejumlah mitra pembangunan.

Lombok Timur menjadi salah satu dari lima kabupaten/kota di Indonesia yang terpilih dalam program pendampingan tersebut.

Selain Lombok Timur, daerah lain yang masuk dalam program ini yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Lebak, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Landak.

Status tersebut menjadi peluang strategis bagi Pemkab Lotim untuk memperkuat berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan tata kelola, integrasi program, hingga peningkatan kualitas intervensi di tingkat desa.

Baca Juga :  Mancing Ikan di Perairan Pantai Lancing, Seorang Warga Desa Kateng Pendem Hilang

Wabup Lotim yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), HM Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini memiliki arti penting dalam mengukur efektivitas program sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.

Menurut Edwin, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah belum sepenuhnya terintegrasinya data lintas sektor sehingga berdampak pada ketepatan intervensi.

Meski demikian, pemerintah daerah telah berhasil mengidentifikasi sejumlah aspek strategis yang perlu diperkuat, mulai dari tata kelola pembiayaan, konvergensi program di tingkat desa, hingga pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM).

“Melalui pendampingan ini, kami dapat melihat secara lebih jelas berbagai aspek yang perlu diperbaiki dan diperkuat agar upaya percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Berdasarkan analisis pola sebaran kasus stunting selama periode 2024 hingga 2026, ditemukan kecenderungan pola yang relatif sama.

Kasus stunting umumnya mulai meningkat setelah anak memasuki usia enam bulan, kemudian berangsur menurun setelah melewati usia sekitar 2,5 tahun.

Baca Juga :  Ini Alasan LaNyalla Ajak 62 Kader PP Untuk Kembali pada Pancasila dan UUD 1945 Naskah Asli

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus menghadirkan berbagai inovasi. Salah satunya melalui program Juber Genting atau Jumat Berkah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang rutin dilaksanakan setiap Jumat di kantor-kantor desa.

Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat melalui pelibatan berbagai unsur, termasuk penyuluh agama.

“Sejak awal program ini diluncurkan, para penyuluh agama aktif menyampaikan pesan-pesan edukatif terkait pencegahan stunting serta bahaya perkawinan usia anak dalam setiap kesempatan dakwah maupun khotbah,” kata Edwin.

Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, Pemkab Lotim optimistis target percepatan penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(Kml)

Berita Terkait

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana
Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat
Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat
Pemprov NTB Perketat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Gubernur NTB Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol, Berbaur Tanpa Sekat di Bumi Gora

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Tekankan Good Governance di PUPRPKP NTB, Minta Setiap Rupiah APBD Digunakan untuk Kepentingan Rakyat

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Iqbal Luncurkan TRC Infrastruktur, Jalan Provinsi Rusak Siap Ditangani Lebih Cepat

Berita Terbaru