LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – “Tak boleh ada yang tertinggal.” Kalimat itu menjadi pesan utama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, saat meninjau Desa Pandan Indah, Desa Mangkung, dan Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (27/7/2026).
Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan selatan NTB, terutama kawasan pariwisata Mandalika, Gubernur Iqbal menegaskan pembangunan harus menghadirkan manfaat yang dirasakan seluruh masyarakat, bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi di satu sisi.
Komitmen tersebut diterjemahkan melalui percepatan Program Desa Berdaya Transformatif yang dipadukan dengan penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan layanan kesehatan, antisipasi kekeringan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
“Pembangunan di kawasan selatan berkembang sangat cepat. Namun, kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal. Karena itu, UMKM, Karang Taruna, dan seluruh masyarakat harus didorong untuk terlibat aktif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan bersama,” tegas Gubernur Iqbal.
Menurutnya, prinsip no one left behind menjadi landasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang sama menikmati hasil pembangunan.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan hampir Rp3 miliar melalui Program Desa Berdaya Transformatif bagi sekitar 350 kepala keluarga penerima manfaat di Desa Mangkung dan Desa Sengkol.
Bantuan disalurkan dalam bentuk modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing keluarga, mulai dari sektor perdagangan, pengolahan pangan hingga peternakan unggas.
Skema penyaluran dibuat fleksibel melalui pemerintah desa maupun langsung kepada keluarga penerima manfaat agar bantuan benar-benar tepat sasaran sekaligus mampu melahirkan usaha-usaha produktif yang berkelanjutan.
Khusus di Desa Mangkung, sebanyak 380 calon keluarga penerima manfaat juga menerima paket kebutuhan dasar berupa kasur, selimut, pakaian, beras, gula, minyak goreng dan mi instan.
Untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh warga, Gubernur Iqbal bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendatangi rumah sejumlah penerima manfaat, di antaranya Lalu Asli di Dusun Mangkung Lauk, serta Lalu Adnan, Lalu Dani dan Maujud di Dusun Batu Samban.
Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya Sarap, mengungkapkan sepanjang 2026 desanya memperoleh tiga dukungan strategis dari Pemerintah Provinsi NTB.
Bantuan tersebut meliputi dana CSR Bank NTB Syariah sebesar Rp100 juta untuk Masjid Raudhatul Maujud, revitalisasi Pasar Tradisional Sengkol senilai Rp400 juta, serta Rp300 juta melalui Program Desa Berdaya.
Dana Program Desa Berdaya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola 55 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Bonglanda.
“Program ini kami arahkan untuk usaha yang berkelanjutan. Pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani karena dinilai lebih akuntabel dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkesinambungan bagi masyarakat,” ujar Satria.
Selain mendorong penguatan ekonomi masyarakat, Pemprov NTB juga bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan yang hampir setiap tahun melanda wilayah Lombok Selatan.
Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov NTB tengah melakukan asesmen pembangunan sumur bor di sejumlah kawasan rawan kekeringan di Lombok Selatan dan Sumbawa Selatan.
Sambil menunggu proses tersebut, armada mobil tangki milik Dinas Sosial, BPBD dan Biro Umum disiagakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat penanganan infrastruktur pengendali banjir bersama Balai Wilayah Sungai (BWS).
Langkah yang disiapkan meliputi perbaikan check dam yang rusak, peninggian elevasi jembatan lama, hingga pembangunan tanggul pengaman sungai untuk mengurangi risiko banjir yang rutin mengancam permukiman warga.
Komitmen pemerintah juga menyasar sektor permukiman. Program rehabilitasi rumah tidak layak huni dipercepat dengan target sedikitnya enam unit rumah selesai diperbaiki dalam waktu satu minggu.
Sementara untuk mendukung pertumbuhan kawasan Mandalika, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran bagi revitalisasi Pasar Kuta sekaligus memperkuat layanan RS Mandalika sebagai rumah sakit penunjang kawasan pariwisata.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Desa Sengkol juga mengusulkan peningkatan sejumlah infrastruktur desa, seperti perbaikan lapangan olahraga seluas satu hektare dan renovasi gedung serbaguna.
Menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika, Pemerintah Desa Sengkol turut menyampaikan komitmen masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan.
Selain itu, pemerintah desa berharap proses rekrutmen tenaga kerja oleh ITDC dan MGPA dilakukan secara terbuka agar masyarakat lokal yang memiliki kompetensi memperoleh kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pembangunan kawasan wisata internasional tersebut.
Kunjungan kerja Gubernur Iqbal menjadi penegasan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya melalui bantuan sosial.
Pemprov NTB memilih pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui Program Desa Berdaya, penyediaan air bersih, peningkatan layanan kesehatan, rehabilitasi rumah layak huni, serta pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pembangunan desa.
Dengan pendekatan tersebut, komitmen “tak boleh ada yang tertinggal” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata agar setiap desa memiliki peluang berkembang, setiap keluarga memperoleh kesempatan bangkit, dan setiap warga dapat menikmati manfaat pembangunan secara lebih adil, merata, dan berkelanjutan.(arz)

















