Gubernur Iqbal Tawarkan Potensi Investasi NTB ke Maroko, Bidik Kerja Sama Strategis Bernilai Triliunan

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pemaparan potensi investasi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Jumat (17/7/2026).

Suasana pemaparan potensi investasi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Jumat (17/7/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) semakin agresif memperluas jejaring investasi internasional. Kali ini, Kerajaan Maroko menjadi mitra strategis yang dibidik untuk membuka peluang kerja sama di berbagai sektor unggulan, mulai dari pariwisata, pertanian, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Langkah tersebut ditandai dengan pemaparan potensi investasi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Jumat (17/7/2026).

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut komunikasi yang telah terjalin antara Pemprov NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko guna membangun kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal didampingi Sekretaris Daerah NTB, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan, diplomasi internasional yang dibangun pemerintah daerah tidak hanya bertujuan menarik investasi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah produk lokal, serta penguatan daya saing ekonomi daerah.

Mengusung visi pembangunan “The Islands of Endless Potentials“, Gubernur Iqbal memperkenalkan NTB sebagai kawasan dengan peluang investasi yang luas dan beragam.

Dengan jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa yang didominasi usia produktif, pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga, serta posisi strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia, NTB dinilai memiliki fondasi kuat sebagai destinasi investasi global.

Di sektor pariwisata, Pemprov NTB menawarkan konsep Road to Quality Tourism, yakni pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing internasional.

Baca Juga :  Bulan Peduli Sosial di Lobar, Bunda Sinta Ajak Warga Desa Batu Mekar Bersinergi Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata yang didukung pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan.

Tren kunjungan wisatawan juga terus meningkat seiring penguatan konektivitas penerbangan internasional serta peluang investasi di sektor perhotelan, kawasan wisata, hingga transportasi pariwisata.

Sebagai bagian dari promosi investasi, pemerintah menawarkan sejumlah proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), di antaranya pembangunan Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, serta Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika.

Keseluruhan proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah didukung kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang dinilai sangat menjanjikan.

Tak hanya pariwisata, sektor pertanian juga menjadi tulang punggung perekonomian NTB karena memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau diproyeksikan menjadi peluang investasi baru, terutama pada sektor hilirisasi dan industri pengolahan hasil pertanian.

Pemprov NTB juga tengah menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari strategi pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan pengembangan industri pengolahan.

Di sektor peternakan, NTB yang dikenal sebagai salah satu sentra sapi potong nasional membuka peluang investasi pada pengembangan pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging dan susu, hingga proyek strategis IPRO Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga :  Gubernur NTB: Desa Berdaya Tematik Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan juga menjadi daya tarik tersendiri. Produksi perikanan NTB yang mencapai sekitar 1,25 juta ton pada 2025 dinilai mampu mendorong investasi pada industri pengolahan hasil laut, pembangunan fasilitas cold chain, serta hilirisasi komoditas ekspor seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.

Dalam pemaparannya, Gubernur Iqbal juga menekankan besarnya potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki NTB, mulai dari energi surya, angin, air, biomassa, hingga panas bumi.

Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang berpeluang dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.

Selain energi hijau, NTB juga memiliki cadangan mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal yang dinilai berpotensi besar dikembangkan melalui industri hilirisasi bernilai tambah.

Melalui forum tersebut, Pemprov NTB berharap hubungan dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang pada sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga mencakup kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Diplomasi investasi ini menjadi bagian dari strategi Pemprov NTB untuk memperluas kemitraan internasional sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Dengan berbagai potensi unggulan yang dimiliki, NTB menegaskan komitmennya menjadi destinasi investasi yang kompetitif, berkelanjutan, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi di kawasan timur Indonesia.(arz)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi
Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun
Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg
Honda ST125 Dax Tampil Beda dengan Warna Baru, Harga Rp84,5 Juta
New Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Teknologi E-Clutch dan Harga Rp230 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:06 WIB

Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:09 WIB

Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok

Sabtu, 5 September 2026 - 11:08 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi

Jumat, 4 September 2026 - 23:30 WIB

Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB