Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pelantikan dan pengukuhan Pengurus KADIN Provinsi NTB periode 2025–2030, di Prime Park Hotel, Mataram, Rabu (29/7/2026).

Suasana pelantikan dan pengukuhan Pengurus KADIN Provinsi NTB periode 2025–2030, di Prime Park Hotel, Mataram, Rabu (29/7/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 13,24 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya saat melantik dan mengukuhkan Pengurus Kadin Provinsi NTB periode 2025–2030, di Prime Park Hotel, Mataram, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi NTB tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga menunjukkan arah pembangunan yang semakin berkelanjutan dengan ditopang berbagai sektor unggulan.

“Kami melihat pertumbuhan di NTB sangat menarik dan sustainable, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Selain didorong industri pengolahan, sektor pariwisata dan agribisnis beserta turunannya juga berkembang sangat baik,” ujar Anindya.

Ia menilai NTB memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat karena tidak hanya mengandalkan sektor pertambangan, tetapi mulai mengembangkan berbagai sumber pertumbuhan baru.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian Kadin Indonesia adalah industri garam. Menurut Anindya, garam produksi NTB memiliki tingkat kemurnian hingga 98 persen, kualitas yang dinilai mampu bersaing dengan negara-negara produsen utama seperti Australia.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan pariwisata niaga (business tourism), wellness tourism, serta membangun konektivitas destinasi wisata bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :  Tips Aman Bawa Motor Kopling Saat Hujan, Astra Motor NTB Ingatkan Ini

“Pak Gubernur memiliki segmentasi pasar yang jelas. Saya kira ini strategi yang cerdas karena mampu membedakan NTB dengan daerah lain,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Kadin Indonesia berkomitmen membantu memperkenalkan berbagai peluang investasi NTB ke panggung internasional melalui forum rutin yang melibatkan puluhan duta besar dari berbagai negara.

“Kami siap mempromosikan berbagai potensi NTB kepada komunitas internasional melalui pertemuan rutin bersama para duta besar setiap bulan,” ujarnya.

Anindya juga menyoroti tiga sektor strategis yang dinilai menjadi mesin pertumbuhan baru NTB, yakni pariwisata, ekonomi biru, dan perdagangan.

Ia mengungkapkan, aktivitas perdagangan NTB tumbuh hingga 91,87 persen, sementara nilai ekspor mencapai sekitar US$76,64 juta.

Di sektor industri, pertumbuhan industri pengolahan bahkan melonjak hingga 60,25 persen, menunjukkan semakin besarnya nilai tambah yang dihasilkan di dalam daerah.

“Kita melihat industri pengolahan tumbuh 60,25 persen. Ini bukan sesuatu yang mudah. Smelter, sport tourism, pariwisata, hingga UMKM mampu menjadi mesin pertumbuhan baru yang harus terus dimanfaatkan,” jelasnya.

Meski kondisi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, Anindya optimistis NTB tetap memiliki daya tarik kuat bagi investor apabila mampu menjaga kepastian usaha dan iklim investasi.

Ia juga menyoroti tingginya aktivitas ekonomi digital di NTB. Salah satunya tercermin dari transaksi QRIS yang telah mencapai sekitar Rp1,4 triliun, didorong meningkatnya aktivitas ekonomi, termasuk efek pengembangan kawasan Mandalika.

Baca Juga :  HIMAPALA Resmi Dideklarasikan di Pantai Kura-Kura: Energi Baru Kebangkitan Masyarakat Paer Lauq

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa keberadaan Kadin NTB harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, meskipun industri pengolahan dan ekspor terus mencatatkan pertumbuhan signifikan, NTB harus mulai memperluas sumber-sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak bergantung pada sektor smelter.

“Kita harus pelan-pelan tidak bergantung penuh pada industri smelter. Hampir 40 persen masyarakat NTB hidup dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) kita saat ini mencapai 131, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan di tingkat masyarakat,” ujar Gubernur Iqbal.

Karena itu, Gubernur Iqbal mengajak jajaran Kadin NTB untuk lebih aktif masuk ke sektor pangan, pertanian, dan industri garam yang dinilai memiliki prospek besar sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemprov NTB, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh kepada dunia usaha yang ingin berinvestasi pada sektor-sektor produktif tersebut.

“Dalam setiap gejolak ekonomi, yang paling dibutuhkan dunia usaha adalah kepastian. Karena itu Kadin NTB harus mampu meyakinkan investor bahwa NTB merupakan daerah yang aman, nyaman, dan sangat prospektif untuk berinvestasi,” pungkasnya.(ltn)

Berita Terkait

Pemimpin Merakyat: Hadir di Tengah Rakyat, Bukan Sekadar Pencitraan
Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian
Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata
Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot
Wabup Lombok Timur Ajukan Dua Raperda Strategis, Perangi Hoaks dan Siapkan Pilkades Serentak 2027
Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK
Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemimpin Merakyat: Hadir di Tengah Rakyat, Bukan Sekadar Pencitraan

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:36 WIB

Gubernur Iqbal dan Anindya Bakrie Kompak Perkuat Kolaborasi Investasi, Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen Menuai Pujian

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:03 WIB

Ketum Kadin Anindya Bakrie Puji Ekonomi NTB Tumbuh 13,24 Persen, Sebut Daerah Ini Magnet Baru Investasi Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kerap Dikeluhkan Pedagang, Gubernur Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Agar Lebih Nyaman dan Tertata

Senin, 27 Juli 2026 - 15:01 WIB

Gubernur Iqbal Pastikan Tak Ada Warga NTB Tertinggal, Desa Berdaya hingga Penanganan Kekeringan Digenjot

Berita Terbaru