UMKM NTB Naik Kelas: Kualitas, Konsistensi, dan Digitalisasi Jadi Kunci Bersaing Global

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Sinta Agathia Iqbal saat sebagai Keynote Speaker acara Talk Show, di Golden Palace Hotel, Mataram, Selasa (28/4/2026).

Bunda Sinta Agathia Iqbal saat sebagai Keynote Speaker acara Talk Show, di Golden Palace Hotel, Mataram, Selasa (28/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju level yang lebih tinggi kini semakin mendesak.

Di tengah persaingan pasar yang makin kompetitif, kualitas produk, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi di dunia digital menjadi faktor penentu.

Isu ini mengemuka dalam talk show bertajuk “Merajut Mimpi untuk Para Pelaku UMKM Pemula Berdasarkan Tren dan Kebutuhan Naik Kelas” yang digelar di Golden Palace Hotel, Mataram, Selasa (28/4/2026) .

Kegiatan yang diinisiasi oleh Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 162/Wira Bhakti ini menghadirkan Ketua Dekranasda NTB, Bunda Sinta Agathia Iqbal, sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, Bunda Sinta menyoroti satu persoalan krusial: rendahnya keaktifan UMKM lokal di platform digital.

Banyak produk NTB sebenarnya sudah memiliki kualitas dan branding yang baik. Namun sayangnya, tidak diiringi dengan konsistensi promosi di media sosial.

“Produknya ada, mereknya ada, tapi tidak di-update. Foto hanya dua atau tiga, lalu hilang,” ujarnya.

Padahal, di era sekarang, visibilitas digital adalah pintu utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sebagai solusi, ia mendorong pelaku UMKM—terutama ibu-ibu—untuk berkolaborasi dengan generasi muda, seperti Karang Taruna, dalam mengelola konten dan pemasaran digital.

Baca Juga :  TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Selain digitalisasi, Bunda Sinta juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten.

Ia menyoroti fenomena umum di mana kualitas produk justru menurun setelah mulai dikenal pasar.

Lebih jauh, ia mengingatkan adanya ancaman dari luar daerah yang siap “mengambil peluang” dari kelemahan tersebut.

“Produk kita bagus, tapi kalau tidak ada inovasi, daerah lain bisa menambahkan sedikit sentuhan, lalu mengklaimnya sebagai milik mereka,” tegasnya.

Artinya, inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Isu lain yang masih menjadi hambatan adalah persepsi negatif terhadap pengurusan legalitas usaha.

Bunda Sinta menegaskan bahwa anggapan proses yang rumit dan mahal tidak sepenuhnya benar.

“Jangan hanya dengar kata orang. Datang langsung ke instansi terkait. Prosedur itu untuk melindungi, bukan menyulitkan,” jelasnya.

Legalitas, termasuk izin usaha dan hak kekayaan intelektual, menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar formal hingga ekspor.

Menariknya, sektor UMKM di NTB didominasi oleh perempuan. Bunda Sinta memberikan apresiasi atas peran besar tersebut.

Menurutnya, keberhasilan ekonomi perempuan akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :  Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Stok Pangan di NTB Aman Hingga Idul Adha 2026

Ia juga mendorong pelaku UMKM, khususnya di Pulau Sumbawa, untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan Dekranasda.

“Pelaku UMKM harus memancarkan sinyal, agar pemerintah bisa memberikan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162/Wira Bhakti, Endang Sjasul Arief, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat kemandirian ekonomi anggota.

Ia menilai, UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Endang menekankan pentingnya mindset progresif bagi pelaku UMKM pemula.

“Tidak bisa lagi hanya berjualan secara konvensional. Harus mampu membaca tren dan beradaptasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa “naik kelas” bukan sekadar jargon, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, legalitas usaha, inovasi berkelanjutan.

Melalui sinergi antara organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru.

UMKM NTB didorong untuk lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada pasar global.

Dengan langkah yang tepat, UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga kekuatan utama ekonomi daerah.(arz)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru