Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dengan Rektor Unram, Prof. Sukardi, di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026), untuk memperkuat sinergi dengan dalam mengintegrasikan program Desa Berdaya dengan Profesor Berdampak.

Suasana penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dengan Rektor Unram, Prof. Sukardi, di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026), untuk memperkuat sinergi dengan dalam mengintegrasikan program Desa Berdaya dengan Profesor Berdampak.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memperkuat sinergi dengan Universitas Mataram (Unram) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengintegrasikan program Desa Berdaya dengan Profesor Berdampak.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di desa-desa NTB.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri puluhan guru besar dan profesor dari berbagai bidang keilmuan di lingkungan Unram.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran para profesor diharapkan mampu memperkuat berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Desa Berdaya, yang saat ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun desa yang mandiri dan produktif.

“Dengan ilmu para guru besar dan profesor, kami berharap dapat membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, terutama program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini,” ujar Gubernur Iqbal.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan kemiskinan ekstrem di sejumlah desa masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan pendekatan lebih komprehensif.

Baca Juga :  Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan

Menurutnya, pengalaman turun langsung ke lapangan menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sosial untuk bertahan hidup, tetapi juga pendampingan, inovasi, dan peluang usaha yang mampu meningkatkan taraf ekonomi secara berkelanjutan.

“Satu tahun terakhir, saya melihat kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka membutuhkan lebih dari sekadar jaring pengaman sosial seperti asuransi kesehatan atau bantuan PKH untuk sekadar meneruskan hidup,” katanya.

Karena itu, Pemprov NTB terus mengembangkan program Desa Berdaya dengan fokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi potensi dan ikon tematik yang dimiliki setiap desa.

Selain pendamping Desa Berdaya yang telah direkrut, Gubernur Iqbal berharap para guru besar mampu menghadirkan inovasi berbasis riset yang dapat mendorong lahirnya usaha-usaha baru serta mempercepat pertumbuhan ekonomi desa.

“Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menyatakan kesiapan penuh civitas akademika Unram untuk mendukung pembangunan daerah melalui Program Profesor Berdampak.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan inisiatif Universitas Mataram yang mendorong para profesor agar hasil riset dan keilmuan mereka tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

Baca Juga :  Otak Tidak Kosong, Tapi Kata Menghilang: Fenomena Lupa Kata yang Dialami Hampir Semua Orang

Sebagai bentuk komitmen awal, Unram menyiapkan 120 profesor yang dibagi dalam 22 kelompok akan terlibat langsung dalam pendampingan program Desa Berdaya di berbagai wilayah NTB.

“Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelas Prof. Sukardi.

Ke depan, keterlibatan akademisi juga akan diperluas. Selain para profesor, Unram berencana melibatkan dosen dan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan desa secara berkelanjutan.

“Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini,” ujarnya.

Kolaborasi antara Pemprov NTB dan Universitas Mataram ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam pembangunan berbasis kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Melalui sinergi keilmuan, riset, dan pendampingan langsung di lapangan, program Desa Berdaya diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai desa di NTB.(arz)

Berita Terkait

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB