Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintahan Harus Berpihak kepada Rakyat, Korupsi dan Kemiskinan Tak Boleh Dibiarkan

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyapa warga Lombok Barat, saat menuju Bendungan Meninting, di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto menyapa warga Lombok Barat, saat menuju Bendungan Meninting, di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah harus berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, setiap penyelenggara negara memikul amanah besar untuk mengabdi kepada masyarakat, sehingga seluruh program dan kebijakan wajib berorientasi pada kesejahteraan rakyat serta kepentingan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

Di hadapan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta ribuan warga yang hadir, Prabowo menegaskan bahwa jabatan dan kewenangan yang dimiliki aparatur negara merupakan amanah dari rakyat.

“Seluruh aparatur negara, baik birokrasi, TNI, Polri, maupun aparat penegak hukum, sejatinya adalah pelayan rakyat. Kekuasaan yang dimiliki harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa membedakan status maupun latar belakang seseorang.

Menurutnya, supremasi hukum menjadi fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur NTB: Desa Berdaya Tematik Jadi Kunci Pengentasan Kemiskinan

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi dan menutup berbagai kebocoran keuangan negara yang selama ini menghambat pembangunan nasional.

Ia menilai setiap rupiah uang negara harus dikelola secara efektif dan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Presiden Prabowo memastikan pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat hidup dalam kemiskinan ataupun mengalami kesulitan memperoleh pangan.

Baginya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kedaulatan bangsa yang harus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pertanian, jaringan irigasi, serta keberpihakan kepada para petani.

Tak hanya fokus pada sektor pangan, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme terhadap upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

Salah satu strategi yang tengah dikembangkan pemerintah adalah pemanfaatan bahan bakar nabati B50 untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Fauzan Khalid Minta ATR/BPN Tingkatkan Pelayanan Publik dan Berantas Oknum Mafia Tanah

Menurut Presiden Prabowo, pengembangan B50 berpotensi menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp170 triliun.

Dana tersebut, katanya, dapat dialihkan untuk mempercepat pembangunan bendungan, jaringan irigasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga berbagai infrastruktur strategis lain yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski mengakui berbagai kebijakan strategis pemerintah tidak selalu berjalan mudah, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan tetap konsisten mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan nasional meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tekanan.

Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh ikhtiar pemerintah diarahkan untuk membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera.

Melalui pemerintahan yang bersih, penegakan hukum yang berkeadilan, pengelolaan keuangan negara yang bertanggung jawab, serta pembangunan yang berpihak kepada rakyat, ia optimistis Indonesia mampu mewujudkan cita-cita sebagai bangsa maju yang memberikan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.(arz)

Berita Terkait

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara
Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren
Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas
Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat
Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Pesan Tegas Kapolres Lombok Timur
Masa Reses, Fauzan Khalid Temui Warga Penerima BSPS di Lombok Barat, Haru Lihat Rumah Tak Layak Kini Berubah
Tanggapan Forum Kebangsaan Terhadap Kemunculan Kabinet Bayangan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR

Rabu, 2 September 2026 - 16:10 WIB

Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB