Bupati Lotim dan Wabup Lobar “Ikat Janji”, Perkuat Kerja Sama Pangan dan Potensi Daerah

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin dan Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha sepakat “ikat janji” melalui penandatanganan MoU kerja sama antardaerah.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin dan Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha sepakat “ikat janji” melalui penandatanganan MoU kerja sama antardaerah.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.ID – Dua daerah di Pulau Lombok mulai mempererat kerja sama untuk memperkuat sektor pangan sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan potensi daerah.

Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin dan Wakil Bupati Lombok Barat (Wabup Lobar), Hj. Nurul Adha sepakat “ikat janji” melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antardaerah.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Surat Kesepakatan Bersama tentang Distribusi, Pemasaran Pangan dan Hortikultura serta Pengembangan Potensi Daerah.

Penandatanganan berlangsung di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (30/9/2026), disaksikan sejumlah perangkat daerah dari kedua kabupaten.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi Lombok Timur dan Lombok Barat untuk memperkuat konektivitas antardaerah, terutama dalam memastikan distribusi pangan berjalan lebih efektif sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk pertanian dan hortikultura.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengatakan, kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sektor pangan dan mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi penting dalam perekonomian Lombok Timur. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Timur mencapai 27,28 persen, menjadikannya salah satu sektor utama yang menopang perekonomian daerah.

Karena itu, penguatan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil produksi petani dapat terserap pasar dengan harga dan sistem distribusi yang lebih baik.

Pemkab Lombok Timur, kata Bupati Iron, demikian Bupati Lombok Timur ini biasa disapa, terus mendorong berbagai langkah untuk memperkuat sektor pangan dan hortikultura. Salah satunya melalui pembangunan green house senilai Rp1,5 miliar serta pembentukan BUMD Selaparang Agro.

Baca Juga :  Aruna Senggigi Gelar CSR Ramadan & Nyepi 2026, Tebar Kepedulian dan Semangat Toleransi

Kehadiran Selaparang Agro diarahkan untuk mendorong pengembangan agribisnis sekaligus membantu menyerap hasil panen petani.

Dengan begitu, rantai produksi pertanian diharapkan tidak berhenti pada aktivitas budidaya, tetapi berlanjut hingga proses pemasaran dan pengembangan nilai tambah.

Kerja sama dengan Lombok Barat pun diharapkan dapat memperluas ruang tersebut.

Bupati Iron menegaskan, kolaborasi kedua daerah tidak semestinya berhenti pada urusan pengendalian inflasi. Potensi kerja sama masih terbuka lebar pada berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sejumlah sektor yang berpeluang dikembangkan bersama antara lain pariwisata, ketahanan pangan, perikanan dan kelautan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan karakteristik dan potensi yang berbeda, kolaborasi antardaerah dinilai dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Produk unggulan dari satu daerah dapat memperoleh akses pasar di daerah lain, sementara pengalaman dan inovasi yang telah diterapkan masing-masing pemerintah daerah dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.

Hal senada disampaikan Wabup Lombok Barat, Hj. Nurul Adha. Ia berharap kesepakatan tersebut tidak sekadar menjadi dokumen kerja sama, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kapasitas kedua daerah.

Menurut Nurul Adha, Lombok Barat ingin menjadikan kerja sama tersebut sebagai wadah untuk belajar bersama, terutama dalam mengembangkan ketahanan pangan dan potensi daerah.

Baca Juga :  Soal Melemahnya Keuangan Daerah Lombok Timur, Legislatif dan Eksekutif Beda Versi

Kolaborasi tersebut juga mencakup penguatan fungsi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta peningkatan aksesibilitas pangan. Dua aspek itu dinilai penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Di tengah dinamika harga pangan dan kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi daerah, akses terhadap pangan menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, penguatan koordinasi antardaerah diharapkan dapat membuat distribusi pangan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kesepakatan Lombok Timur dan Lombok Barat tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai distribusi komoditas.

Lebih jauh, kerja sama ini membuka ruang bagi kedua daerah untuk menghubungkan potensi produksi, pasar, investasi, serta pengembangan sektor ekonomi lainnya.

Jika ditindaklanjuti secara konkret, kerja sama antardaerah tersebut berpeluang memperkuat posisi petani dan pelaku usaha lokal, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi di kedua wilayah.

Bagi Lombok Timur dan Lombok Barat, “ikat janji” melalui kesepakatan bersama ini menjadi awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas—dari pangan, pertanian dan hortikultura, hingga pariwisata, kelautan, perikanan, dan UMKM.

Pada akhirnya, efektivitas kerja sama tersebut akan ditentukan bukan hanya oleh dokumen yang telah ditandatangani, tetapi oleh sejauh mana kesepakatan itu diterjemahkan menjadi program nyata yang dirasakan langsung masyarakat.(Kml)

Berita Terkait

Pajak NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Kendaraan Besar dan Industri Jadi Sasaran
Di Depan Paripurna DPRD, Wabup Lotim Ungkap Rincian Dana Hibah Rp27,7 Miliar
Kemiri NTB Tembus Jepang, Vanili Organik Masuk Pasar AS, Hilirisasi Mulai Digenjot
New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Baru, Makin Fashionable dan Powerful
Tunisia Jajaki Investasi di NTB, Gubernur Iqbal Siapkan NTB Capital
Bersama Kementerian PKP, Bank NTB Syariah Optimalkan Peluang Pembiayaan Perumahan
Perdagangan RI-Maroko Baru US$235 Juta, Bamsoet Dorong Ekspansi ke Pasar Afrika
Tuna Lombok Timur Tembus Pasar Amerika, Ekspor NTB Capai Puluhan Miliar

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:09 WIB

Bupati Lotim dan Wabup Lobar “Ikat Janji”, Perkuat Kerja Sama Pangan dan Potensi Daerah

Rabu, 30 September 2026 - 14:07 WIB

Pajak NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Kendaraan Besar dan Industri Jadi Sasaran

Senin, 28 September 2026 - 13:07 WIB

Di Depan Paripurna DPRD, Wabup Lotim Ungkap Rincian Dana Hibah Rp27,7 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 15:04 WIB

Kemiri NTB Tembus Jepang, Vanili Organik Masuk Pasar AS, Hilirisasi Mulai Digenjot

Kamis, 24 September 2026 - 14:07 WIB

New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Baru, Makin Fashionable dan Powerful

Berita Terbaru

Foto: ilustrasi.

Umum

Mengapa Lawyer Harus Pandai Menyusun Legal Opinion?

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:05 WIB