Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB, Gubernur Iqbal Ingatkan Soliditas Jelang PON 2028

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Musorprovlub KONI NTB 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026).

Suasana Musorprovlub KONI NTB 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Konsolidasi olahraga Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru. H. Mohan Roliskana resmi terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB periode 2026–2030, dengan tantangan besar menanti: menyatukan seluruh elemen olahraga dan mempercepat persiapan daerah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mohan, yang juga menjabat Wali Kota Mataram, meraih 45 suara, unggul atas petahana Mori Hanafi yang memperoleh 29 suara.

Dua pemilik suara menyatakan abstain dari total 76 suara yang diperebutkan dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI NTB 2026, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026).

Hasil tersebut sekaligus membuka fase baru bagi organisasi olahraga NTB. Di tengah dinamika pemilihan, pekerjaan besar telah menunggu kepengurusan baru, mulai dari memperkuat koordinasi organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, hingga memastikan kesiapan NTB sebagai tuan rumah pesta olahraga nasional.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, soliditas dan kebersamaan seluruh insan olahraga menjadi modal utama untuk menyukseskan PON 2028.

Ia meminta semua pihak mengesampingkan perbedaan pilihan setelah proses pemilihan selesai dan mengalihkan perhatian pada agenda yang lebih besar.

“Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028,” tegas Gubernur Iqbal saat membuka Musorprovlub KONI NTB 2026.

Bagi Gubernur Iqbal, Musorprovlub bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Musyawarah tersebut harus menjadi titik awal konsolidasi organisasi agar seluruh kekuatan olahraga NTB bergerak dalam satu arah.

Kesempatan menjadi tuan rumah PON bersama NTT merupakan momentum bersejarah yang perlu dipersiapkan secara serius.

Keberhasilan tidak cukup diukur dari kelancaran penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga dari kemampuan atlet daerah bersaing dan meraih prestasi.

Karena itu, koordinasi antarpemangku kepentingan, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta kesiapan organisasi harus berjalan beriringan.

Kepengurusan baru KONI NTB diharapkan mampu menerjemahkan momentum tuan rumah menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas olahraga daerah.

Gubernur Iqbal juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi sekat yang menghambat kerja bersama.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Ajukan Dua Raperda Strategis, Perangi Hoaks dan Siapkan Pilkades Serentak 2027

Untuk menegaskan pentingnya kepentingan kolektif, ia mengangkat kisah Putri Mandalika yang lekat dengan nilai pengorbanan dan kepentingan bersama dalam tradisi masyarakat Lombok.

“Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan yang lainnya. Kesuksesan satu orang adalah kesuksesan kita bersama-sama,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa siapa pun yang terpilih, tanggung jawab memajukan olahraga NTB tetap menjadi pekerjaan bersama.

Proses pemilihan Ketua Umum KONI NTB berlangsung dinamis, terutama ketika peserta membahas mekanisme pemungutan suara.

Kubu Mori Hanafi menghendaki pemilihan dilakukan secara tertutup, sedangkan kubu Mohan Roliskana mengusulkan sistem terbuka.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian diselesaikan melalui pemungutan suara untuk menentukan mekanisme yang digunakan.

Hasilnya, sebanyak 43 suara memilih sistem terbuka, sementara 30 suara mendukung sistem tertutup. Dengan hasil tersebut, pemilihan ketua umum dilaksanakan menggunakan sistem terbuka.

Dalam pemungutan suara pemilihan ketua umum, Mohan memperoleh 45 suara dan Mori Hanafi meraih 29 suara. Dua suara lainnya abstain.

Pimpinan sidang Musorprovlub, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, kemudian membacakan hasil pemilihan yang menetapkan Mohan sebagai ketua umum terpilih.

“Dengan hasil ini, Saudara Dr. H. Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua KONI NTB dengan perolehan 45 suara,” kata Baiq Isvie.

Hasil tersebut menandai berakhirnya persaingan dalam forum musyawarah sekaligus menjadi awal tanggung jawab baru bagi Mohan untuk membangun organisasi yang mampu mengakomodasi berbagai kepentingan insan olahraga di NTB.

Usai terpilih, Mohan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengakui dinamika selama proses pemilihan cukup menyita waktu dan menilai kemajuan olahraga tidak mungkin dicapai hanya melalui kerja seorang ketua.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat organisasi dan menjalankan agenda olahraga NTB ke depan.

“Saya butuh bantuan dari banyak pihak untuk membangun olahraga di NTB. Terima kasih kepada Pak Mori Hanafi, sahabat saya, atas wejangan-nya,” kata Mohan saat menyampaikan visi dan misi.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kerja kolektif setelah kontestasi organisasi berakhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan komunikasi antarpengurus dan pemangku kepentingan tetap terjaga sehingga program pembinaan atlet dan persiapan PON dapat berjalan secara konsisten.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Selebung, Wabup Lotim Pilih Dialog Langsung dengan Warga

Kepemimpinan periode 2026–2030 juga akan berada dalam fase krusial karena masa kepengurusan beririsan langsung dengan persiapan hingga pelaksanaan PON 2028.

Konsolidasi sejak awal menjadi penting agar agenda organisasi tidak tersendat oleh perbedaan yang muncul selama musyawarah.

Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, mengapresiasi kinerja pengurus KONI NTB periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Mori Hanafi.

Ia secara khusus menyoroti upaya membangun koordinasi dengan KONI Pusat dalam mempersiapkan NTB menghadapi PON 2028.

Ia berharap Musorprovlub menghasilkan kepemimpinan yang memperoleh kepercayaan masyarakat olahraga sekaligus mampu menjaga kesinambungan persiapan yang telah dilakukan.

Sementara itu, Caretaker Ketua KONI NTB, Josef Adreanus Nae Soi, mengajak seluruh peserta menjaga persatuan dan marwah daerah.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat harus disikapi secara dewasa dengan tetap menghormati pilihan masing-masing.

Menurutnya, hubungan baik antarpengurus dan seluruh unsur olahraga perlu dipelihara agar kepentingan organisasi tetap menjadi prioritas.

Pada akhirnya, terpilihnya Mohan Roliskana bukan sekadar pergantian figur di pucuk pimpinan KONI NTB. Hasil Musorprovlub tersebut membawa harapan sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat organisasi, menjaga kesinambungan pembinaan atlet, dan memaksimalkan peluang sebagai tuan rumah PON 2028.

Gubernur Iqbal pun kembali menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus menjadi landasan setelah seluruh proses pemilihan selesai.

Ia berharap kepemimpinan baru mampu merangkul semua elemen olahraga dan memastikan persiapan penyelenggaraan berjalan seiring dengan peningkatan prestasi atlet.

“Di tengah perbedaan-perbedaan itu, satu yang mempertemukan kita adalah semangat untuk menyukseskan PON 2028. Dan semangat untuk menunjukkan bahwa NTB pantas bersama NTT menjadi tuan rumah PON 2028,” ungkapnya.

Kini, tantangan terbesar KONI NTB adalah membuktikan bahwa soliditas yang digaungkan dalam musyawarah benar-benar terwujud dalam kerja nyata.

Sebab, keberhasilan PON 2028 tidak hanya ditentukan oleh kesiapan menjadi tuan rumah, tetapi juga oleh kemampuan NTB menghadirkan penyelenggaraan yang sukses dan prestasi atlet yang membanggakan.(arz)

Berita Terkait

Garuda Menang, Peradaban Bangkit: Spirit Football Untuk Indonesia Sejahtera
773 Pelajar se-Lombok Timur Adu Jurus di Bupati Cup IPSI 2026, Bidik PON 2028
Isu Perang Saudara Mengemuka, Nujumuddin: MK Harus Tunduk pada Konstitusi
Melesat di Motegi, Badly Persembahkan Podium IM4AC untuk Indonesia
Pesan Tegas Nurdin Basirun untuk ASLI Kepri: Jangan Hanya Jadi Wadah Berkumpul
ASLI Kepri Resmi Dilantik di Batam, LMK Tegaskan Bukan Sekadar Organisasi Seremonial
AJMAN Dideklarasikan di Mataram, Dorong Masyarakat Adat Kuasai Narasi di Era Digital
Kombes Pol Dewa Wijaya Jadi Sekjen Karate Bhayangkara Presisi, Fokus Perkuat Pembinaan Atlet

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB, Gubernur Iqbal Ingatkan Soliditas Jelang PON 2028

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Garuda Menang, Peradaban Bangkit: Spirit Football Untuk Indonesia Sejahtera

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:09 WIB

773 Pelajar se-Lombok Timur Adu Jurus di Bupati Cup IPSI 2026, Bidik PON 2028

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Isu Perang Saudara Mengemuka, Nujumuddin: MK Harus Tunduk pada Konstitusi

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Melesat di Motegi, Badly Persembahkan Podium IM4AC untuk Indonesia

Berita Terbaru