KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pose bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

Suasana pose bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Di tengah semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kabar baik datang bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

PT. Bank NTB Syariah menghadirkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus PMI untuk membantu meringankan biaya persiapan hingga keberangkatan bekerja ke luar negeri.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama Bank NTB Syariah dengan PT Wira Karitas dalam penjaminan penyaluran pembiayaan KUR bagi calon PMI.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi ditandatangani di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

Penandatanganan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembiayaan bagi PMI, yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi keluarga sekaligus penyumbang devisa bagi daerah dan negara.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H. Aidy Furqan; Kepala Bappeda Provinsi NTB, Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, lembaga pelindungan PMI, dan perbankan syariah daerah menunjukkan bahwa pembiayaan PMI tidak lagi dipandang sebagai urusan satu lembaga.

Sebaliknya, diperlukan kolaborasi agar masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri memiliki akses pembiayaan yang lebih aman, terjangkau, dan formal.

Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan PMI memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian. Mereka bekerja di luar negeri untuk meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus membawa masuk devisa ke Indonesia.

Menurut dia, PMI layak dipandang sebagai pahlawan masa kini yang rela bekerja jauh dari kampung halaman demi masa depan keluarga.

Baca Juga :  Ritual Mandian Keris Sasak, Bupati LAZ: Mari Lestarikan Budaya dan Kemas Menjadi Event Pariwisata

Karena itu, Bank NTB Syariah berkomitmen mengambil peran lebih besar dengan mencari berbagai solusi pembiayaan yang dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.

“Kami berkomitmen penuh, all out, mencari alternatif solusi untuk membantu para sahabat PMI menyiapkan segala kebutuhan dalam rangka keberangkatan bekerja ke luar negeri,” ujar Nazaruddin, Rabu (19/8/2026).

Bagi Bank NTB Syariah, strategi pembiayaan juga harus memiliki keterkaitan langsung dengan potensi ekonomi daerah. NTB sendiri dikenal sebagai salah satu daerah pengirim PMI dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut membuat sektor PMI menjadi salah satu ruang strategis yang perlu mendapat perhatian perbankan daerah.

“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” katanya.

Pada tahap awal, Bank NTB Syariah menyiapkan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta untuk setiap calon PMI, dengan jangka waktu pengembalian atau tenor selama tujuh bulan.

Skema tersebut diharapkan dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan pembiayaan yang muncul dalam proses persiapan dan keberangkatan.

Dengan adanya akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, masyarakat juga diharapkan tidak lagi bergantung pada pinjaman informal dengan beban yang berpotensi memberatkan.

Namun, skema Rp9 juta tersebut bukan menjadi satu-satunya opsi. Bank NTB Syariah telah menyiapkan pengembangan berbagai skema pembiayaan untuk kebutuhan penempatan PMI ke sejumlah negara tujuan.

Salah satunya adalah pembiayaan bagi PMI yang akan ditempatkan ke kawasan Eropa. Untuk skema tersebut, Bank NTB Syariah menyebut tersedia opsi pembiayaan dengan tenor hingga delapan bulan.

Baca Juga :  Jelang Natal, PLN UIP Nusra Bersama Puskemas Poco Leok Beri Pengobatan Gratis dan Bantuan Gizi Anak Stunting

“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelas Nazaruddin.

Kehadiran KUR PMI Bank NTB Syariah menjadi angin segar bagi masyarakat NTB yang menjadikan pekerjaan di luar negeri sebagai jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Lebih dari sekadar fasilitas kredit, pembiayaan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menciptakan proses migrasi kerja yang lebih terlindungi.

Calon PMI dapat memperoleh sumber pembiayaan dari lembaga formal tanpa harus terjebak pada pinjaman nonformal atau rentenir.

Di sisi lain, meningkatnya akses pembiayaan juga dapat memperkuat kontribusi PMI terhadap perekonomian daerah.

Remitansi yang dikirimkan ke keluarga di NTB berpotensi kembali menggerakkan konsumsi, pendidikan, usaha keluarga, hingga aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Bagi Bank NTB Syariah, langkah tersebut sekaligus menegaskan peran bank daerah sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan ekonomi masyarakat.

Momentum peringatan kemerdekaan pun menjadi semakin relevan. Ketika para PMI berangkat meninggalkan keluarga untuk bekerja di negeri orang, dukungan pembiayaan yang lebih mudah dan aman menjadi salah satu bentuk apresiasi nyata terhadap perjuangan mereka.

KUR PMI Bank NTB Syariah diharapkan bukan hanya membantu calon pekerja mencapai negara tujuan, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan keluarga yang lebih baik sekaligus memperkuat peran para pahlawan devisa NTB bagi perekonomian daerah dan nasional.(arz)

Berita Terkait

Industri Jasa Keuangan NTB Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di NTT
NTB Andalkan KDKMP untuk Percepat Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif
Pemkab Lombok Timur Perluas Jaminan Sosial, Marbot hingga Ketua RT Kini Dapat Perlindungan
Satu Meja, Banyak Rasa: The People’s Cafe Bawa Cita Rasa Daerah ke Pesta Rasa Nusantara
Dari Hilirisasi hingga Benahi Gili Tramena, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Pemprov NTB Genjot UMKM Naik Kelas, Akses KUR, Legalitas Produk hingga Pasar Ekspor Diperkuat
Investasi NTB Semester I 2026 Tembus Rp33,73 Triliun, UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Mushalla Baiturrahman Bangun Ketahanan Pangan Lewat Budidaya 1.000 Ekor Lele, Berharap Dukungan TJSL PLN Energi Gas

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:15 WIB

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Industri Jasa Keuangan NTB Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:27 WIB

NTB Andalkan KDKMP untuk Percepat Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Lombok Timur Perluas Jaminan Sosial, Marbot hingga Ketua RT Kini Dapat Perlindungan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Satu Meja, Banyak Rasa: The People’s Cafe Bawa Cita Rasa Daerah ke Pesta Rasa Nusantara

Berita Terbaru

Suasana pose bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

Ekonomi & Bisnis

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

Kamis, 20 Agu 2026 - 10:15 WIB