Realisasi Investasi NTB 2025 Lampui Target, 2026 Siap Ngebut Lebih Tinggi

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, S.STP., ME.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, S.STP., ME.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Angin segar berembus dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga triwulan IV 2025, realisasi investasi provinsi yang bermotokan Bumi Gora ini menembus Rp61,12 triliun atau 100,2 persen dari target Rp61,9 triliun.

Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa NTB kian diperhitungkan dalam lanskap investasi nasional. Capaian ini menjadi fondasi optimisme untuk tahun berikutnya.

Kepala DPMPTSP Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, S.STP., ME menyampaikan bahwa tren pertumbuhan investasi diproyeksikan terus menanjak pada 2026.

Dalam dokumen RPJMD, target investasi 2026 sebenarnya dipatok sebesar Rp68 triliun. Namun sesuai rilis dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menetapkan angka sekitar Rp64 triliun. Perbedaan target ini tidak dilihat sebagai hambatan, melainkan ruang optimisme.

“Trennya positif. Ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem investasi NTB semakin matang dan kompetitif,” kata Irnadi kepada Lomboktoday.id, di kantornya, Senin (23/2/2026).

Irnadi menjelaskan, saat ini sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung investasi NTB, terutama dengan keberadaan tambang kelas dunia di Pulau Sumbawa. Namun, pemerintah daerah tidak ingin bergantung pada satu mesin pertumbuhan saja.

Pariwisata dan perindustrian terus didorong sebagai penyeimbang. Kawasan Mandalika di Lombok, misalnya, telah menjadi simbol pariwisata berkelas dunia yang memantik minat investor global.

Baca Juga :  Pathul Bahri Lantik Pengurus Cabang PJSI se-NTB

Ke depan, arah kebijakan investasi akan diselaraskan dengan visi pembangunan daerah melalui tiga agenda utama; menuntaskan kemiskinan ekstrem, menghadirkan pariwisata berkelas dunia,
serta memperkuat sektor “rumpun hijau” yang berkelanjutan.

Transformasi ekonomi berbasis keberlanjutan menjadi kata kunci. NTB ingin tumbuh bukan hanya cepat, tetapi juga inklusif dan ramah lingkungan, sebuah pendekatan yang relevan dengan preferensi masyarakat yang semakin peduli pada dampak sosial dan ekologi.

Di tengah geliat investasi, lanjut Irnadi, pengawasan tetap diperketat. Pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota menerapkan kontrol berlapis terhadap aktivitas usaha.

Irnadi juga mengakui adanya oknum yang menyalahgunakan izin. Namun, tindakan tegas telah diberikan sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola yang bersih. “Itu menjadi catatan hitam bagi pelaku usaha yang keluar dari jalur normatif,” tegasnya.

Meski demikian, NTB tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor, selama berlandaskan aturan dan prinsip transparansi.

Dalam proses perizinan, pemerintah mengandalkan sistem Online Single Submission (OSS) sebagai platform utama. Sistem ini memungkinkan pengurusan izin secara terintegrasi dan digital, mulai dari pengajuan awal hingga input data resmi.

Baca Juga :  Honda PCX160 Tampil Mewah, Warna Baru dan Fitur Makin Smart

Digitalisasi ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Meski sebagian pelaku usaha menganggap prosesnya masih panjang, pemerintah menegaskan bahwa regulasi dibuat untuk memastikan investasi berjalan tertib dan aman.

Irnadi mengibaratkan investasi seperti membuka toko. Investor dipersilakan masuk untuk melihat peluang. Jika potensi dan kesiapan matang, investasi berjalan. Jika belum, keputusan mundur pun menjadi bagian wajar dari dinamika bisnis.

Prinsip yang dipegang pemerintah daerah sederhana namun strategis: membuka keran investasi seluas-luasnya dengan pendekatan ramah, mudah, dan cepat.

Dengan capaian 2025 yang melampaui target dan proyeksi pertumbuhan di 2026, NTB tengah memosisikan diri sebagai magnet investasi di Indonesia timur—bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi juga transformasi ekonomi masa depan.

Di era ketika publik global semakin peduli pada dampak sosial dan lingkungan, NTB mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan investasi yang tidak hanya besar secara angka, tetapi juga nyata manfaatnya bagi masyarakat.(Sid)

Berita Terkait

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa
Industri Jasa Keuangan NTB Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di NTT
NTB Andalkan KDKMP untuk Percepat Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif
Pemkab Lombok Timur Perluas Jaminan Sosial, Marbot hingga Ketua RT Kini Dapat Perlindungan
Satu Meja, Banyak Rasa: The People’s Cafe Bawa Cita Rasa Daerah ke Pesta Rasa Nusantara
Dari Hilirisasi hingga Benahi Gili Tramena, Gubernur Iqbal dan Komisi VII DPR Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Pemprov NTB Genjot UMKM Naik Kelas, Akses KUR, Legalitas Produk hingga Pasar Ekspor Diperkuat
Investasi NTB Semester I 2026 Tembus Rp33,73 Triliun, UMKM Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:15 WIB

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Industri Jasa Keuangan NTB Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:27 WIB

NTB Andalkan KDKMP untuk Percepat Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Pemkab Lombok Timur Perluas Jaminan Sosial, Marbot hingga Ketua RT Kini Dapat Perlindungan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Satu Meja, Banyak Rasa: The People’s Cafe Bawa Cita Rasa Daerah ke Pesta Rasa Nusantara

Berita Terbaru

Suasana pose bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

Ekonomi & Bisnis

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

Kamis, 20 Agu 2026 - 10:15 WIB