Pantau Pilkada Serentak 2024, GKR Hemas Ajak JaDI Lakukan Pendidikan Politik Kebangsaan dari Akar Rumput

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas.

Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas.

YOGYAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Pilkada serentak 2024 merupakan momentum penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, menjadi faktor kunci untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif dalam pelaksanaan Pilkada. Salah satu organisasi yang memiliki peran strategis dalam mengawal Pilkada serentak ini adalah Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI).

Dalam kesempatan audiensi beberapa waktu lalu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas selaku Wakil Ketua DPD RI mendapatkan laporan bahwa JaDI DIY akan terlibat langsung menjadi pengawas dalam Pilkada serentak 27 November 2024, di 5 (lima) Kabupaten/Kota DIY, yakni Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta.

‘’JaDI juga mendaftarkan diri ke Badan Pengawas Pemilu untuk turut serta memantau proses berjalannya Pilkada serentak 2024 di 5 kabupaten/kota Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan sejak hari Rabu tanggal 13 November 2024. Dari 6.000 TPS di DIY akan dilakukan pemantuan di 25 desa dengan menerjunkan mahasiswa sebanyak 250 dari beberapa kampus,” kata Farid selaku salah satu Presidium JaDI DIY.

Baca Juga :  Revolusi Kualitas dan Detoksifikasi Birokrasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengapresiasi langkah JaDI untuk terlibat dalam pengawasan Pilkada serentak tahun 2024. Namun, selain menjadi pengawas, GKR Hemas juga mengajak JaDI dan semua organisasi Advokasi dan Pendidikan Demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan pendidikan politik kebangsaan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

‘’Penting untuk mencapai demokrasi, kita tidak menempuh cara barat tetapi demokrasi yang berbasis budaya bangsa Indonesia. Perlu dilakukan kerjasama dalam hal pendidikan politik, seperti ketika DPD RI melakukan pendidikan politik untuk penyelenggaraan pemilu 2024, seharusnya sudah dilakukan lebih awal di tahun 2023,” kata GKR Hemas.

Sebagai langkah visioner, GKR Hemas mengajak JaDI untuk melakukan pendidikan politik sejak sekarang untuk menghadapi Pemilu di tahun 2029 nanti. ‘’Untuk itu, dalam rangka persiapan penyelenggaran Pemilu 2029, pendidikan politik sudah harus dilakukan dari sejak beberapa tahun sebelumnya. JaDI bisa melakukan banyak hal seperti pendidikan politik dan memberikan masukan saran kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena sistem dan cara-cara penyelenggaraan pemilu di Indonesia harus terus diperbaiki,” ungkapnya.

Baca Juga :  Teluk Ekas Resmi Jadi Pusat Riset Rumput Laut Dunia

Topik audiensi ini sesuai dengan tugas GKR Hemas di Komite I DPD RI, yakni melakukan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang  penetapan  peraturan  pemerintah  pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun  2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU sebagaimana yang telah diubah terakhir  kalinya dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2020 khususnya pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Dalam kesempatan ini, JaDI berharap ada kolaborasi dengan DPD RI dalam melakukan pendidikan politik.

‘’Pendidikan politik yang tidak kalah penting untuk generasi muda terutama tentang kebangsaan dan idelogi Pancasila. Pendidikan politik ini, bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana sosialisasi. Mari kita mulai tumbuhkan kesadaran politik ini dari gerakan akar rumput, dari bawah, dari desa-desa. Kita bisa mulai di DIY,” jelasnya.(Sid)

Berita Terkait

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara
Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren
Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas
Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat
Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Pesan Tegas Kapolres Lombok Timur
Masa Reses, Fauzan Khalid Temui Warga Penerima BSPS di Lombok Barat, Haru Lihat Rumah Tak Layak Kini Berubah
Tanggapan Forum Kebangsaan Terhadap Kemunculan Kabinet Bayangan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR

Rabu, 2 September 2026 - 16:10 WIB

Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB