Anak Petani Lombok Utara yang Berhasil Raih Gelar Doktor di UNUD

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gita Sarwadi saat Sidang Promosi Doktor.

Gita Sarwadi saat Sidang Promosi Doktor.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Beranjak dari seorang anak petani asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang sangat visioner dan memiliki motivasi besar, dijadikan sebagai modal utama bagi Gita Sarwadi dalam menjalani semua proses selama perkuliahan berlangsung di Universitas Udayana (UNUD) Bali.

Dan proses kegiatan akademik terakhir yakni Sidang Promosi Doktor yang dilaksanakan pada Rabu (13/8/2025), di Ruang Sidang Ir Soekarno Lt IV FIB Gedung Poerbatjaraka, Universitas Udayana (UNUD) Bali, sekitar pukul 10.00 Wita, akhirnya bisa dilalui dengan baik oleh Gita Sarwadi.

Di mana, dalam memaparkan hasil penelitian disertasinya dengan judul ‘’Mantra Pengobatan Sasak dalam Kehidupan Masyarakat Kabupaten Lombok Utara Kajian Wacana Kritis’’, Gita Sarwadi berhasil menyampaikan secara komprehensif dalam Perspektif Linguistik, dengan argumentasi bahwa penelitian sangat urgensi untuk dilakukan. Mengingat tradisi teks mantra dikhawatirkan akan punah seiring dengan perkembangan teknologi pada era digitalisasi saat ini.

Dengan demikian, penelitian ini sangat berkontribusi sekali bagi khalayak orang banyak. Apalagi penelitian ini mengungkap secara mendalam terkait tradisi teks mantra dengan pisau bedah analisis wacana kritis. Pengungkapan bahasa yang terdapat dalam teks mantra meliputi struktur makro, mikro, superstruktur dan kognisi sosial.

Baca Juga :  Ternyata, 3.700 ASN di Lombok Timur Belum Lapor SPT Tahunan Pajak Pribadi

Hal yang sangat menarik dalam penelitian yang dilakukan oleh Gita Sarwadi dari sisi kognisi sosial, karena teks mantra sangat memiliki keterkaitan dengan kultur masyarakat Lombok Utara dengan terungkap beberapa data secara historis.

Teks mantra dari tatanan makro sangat variatif sesuai klasifikasi penyakit yang dialami oleh pasien, mulai dari mantra jejampi, kedijayaan dan lainnya. Pengungkapan lebih mendalam lagi dari sisi mikro yang meliputi diksi, semantik, sintaksis, stelistika dan reduplikasi yang ada dalam teks mantra Sasak tersebut.

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkap viranti-viranti bahasa yang ada dalam teks mantra tersebut dengan cara analisis teks mantra dilihat dari sisi makro dan mikro.

Hal demikian sangat bermanfaat dan memberikan kontribusi dalam pelestarian tradisi lisan sebagai mata pelajaran muatan lokal di tingkat Pendidikan Dasar sampai perguruan tinggi.

Penelitian ini juga membantu pemerintah daerah dalam melestarikan kearifan tradisi lisan sebagai dokumen serta aset dalam literatur. Demikian diungkap Prof Dr I Nyoman Suarka, M.Hum selaku Promotor dalam penyampaian kesan dan pesan pada kegiatan Sidang Promosi Doktor tersebut.

Baca Juga :  DPD RI: Indonesia Tidak Boleh Bergantung Pihak Luar Untuk Kebutuhan Mendasar Rakyatnya

Pesan akademik yang disampaikan harus tetap menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi nilai dan sikap akademik dalam berkontribusi kepada masyarakat umum.

Sebagai akhir kesan dan pesan ditutup dengan penyampaian bahwa Gita Sarwadi layak dan bisa menggunakan gelar akademik mulai saat ini sampai seterusnya. Dan perlu diingat proses akademik sudah selesai berarti selesai dan berakhir pula kewajiban akademiknya. Namun, bertambah beban moral serta beban sosial yang sangat kompleks ketika berbaur lagi dengan masyarakat akademik dan masyarakat biasa.

Di samping itu, disampaikan pula ucapan selamat dan menyerahkan Doktor baru kepada Hakamah, sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Partai Gerindra, dan pihak Direktur AKBIL (Akademi Bisnis Lombok) yang turut hadir beserta keluarga mendampingi dalam Sidang Promosi Doktor Gita Sarwadi.(ltn)

Berita Terkait

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying
Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat
Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat
570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026
Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia
Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca
Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit
KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:06 WIB

570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia

Berita Terbaru