Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat.

Suasana proses kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat.

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Kemiskinan sempat menghentikan langkah Zahira Al-Zahra untuk mengenyam pendidikan. Selama dua tahun, siswi asal Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat itu tidak bersekolah dan harus membantu orang tuanya bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan. Kini, ia kembali duduk di bangku kelas, mengejar cita-cita, bahkan menorehkan prestasi di bidang olahraga.

Kesempatan itu datang melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, program pendidikan yang membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali belajar dan mengembangkan potensi diri.

Bagi Zahira, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menuntut ilmu tanpa biaya. Program yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut memberinya kesempatan kedua untuk membangun masa depan yang sempat tertunda akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kesan saya selama berada di Sekolah Rakyat sangat menyenangkan dan luar biasa. Saya bisa kembali bersekolah berkat adanya Sekolah Rakyat ini,” ujar Zahira saat ditemui di lingkungan sekolah, Senin (19/10/2026).

Kesempatan kembali bersekolah ternyata membawa perubahan besar dalam hidupnya. Meski belum genap satu tahun belajar di SRMP 18 Lombok Barat, Zahira telah menorehkan prestasi dalam cabang pencak silat dan atletik. Ia bahkan berhasil lolos ke tingkat nasional dalam cabang pencak silat.

Pengalaman lain yang membekas adalah kesempatan mengikuti kegiatan paduan suara dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di Jakarta. Bagi Zahira, perjalanan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di ibu kota.

“Saya sangat senang karena itu merupakan pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di Jakarta. Saya sangat bersyukur bisa bersekolah di Sekolah Rakyat karena semua fasilitas disediakan secara gratis sehingga tidak membebani keluarga,” ungkapnya.

Kisah serupa dialami Indah Parwati, siswi asal Narmada. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, ia bersekolah di SMPN 1 Narmada. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat kebutuhan pendidikannya sulit terpenuhi. Kondisi tersebut turut memengaruhi semangat belajarnya hingga ia kerap tidak masuk sekolah.

Di SRMP 18 Lombok Barat, Indah kembali memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. Meski harus mengulang dari kelas VII, ia tidak menganggapnya sebagai hambatan untuk melangkah lebih jauh.

Baginya, kesempatan kembali belajar jauh lebih penting daripada persoalan mengulang kelas. Ia kini dapat mengikuti kegiatan pendidikan dengan lebih tenang karena kebutuhan sekolahnya telah difasilitasi melalui program tersebut.

Baca Juga :  Kelangkaan LPG 3 Kg di Lombok Timur Terungkap, Panic Buying dan ‘Disedot’ Kandang Ayam Jadi Biang Kerok

“Meskipun harus mengulang kelas, saya tetap merasa sangat senang karena bisa melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban orang tua,” tuturnya.

Kondisi itu membuat Indah memiliki ruang untuk kembali membangun semangat belajar dan memikirkan masa depannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan yang diperolehnya untuk kembali mengenyam pendidikan.

Sementara itu, Tania, siswi asal Narmada, sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan biaya.

Kini, ia tidak hanya kembali belajar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba tari dan pasukan pengibar bendera (Paskibra).

Dari lingkungan sekolah tersebut, Tania mulai berani menatap cita-cita yang lebih tinggi. Ia ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut.

“Saya merasa senang karena selama bersekolah di sini, saya bisa mengikuti berbagai perlombaan dan mengembangkan bakat saya,” ujar Tania.

Pengalaman Zahira, Indah, dan Tania memperlihatkan bahwa persoalan ekonomi tidak hanya menyangkut kemampuan membayar biaya pendidikan.

Ketika kebutuhan dasar sekolah sulit dipenuhi, kehadiran anak di kelas, motivasi belajar, hingga kesempatan mengembangkan bakat ikut terancam.

Sekolah Rakyat berupaya memutus hambatan tersebut dengan memberikan akses pendidikan sekaligus ruang bagi peserta didik untuk membangun kepercayaan diri dan merencanakan masa depan.

Kepala SRMP 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, mengatakan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk memberikan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian peserta didik melalui sistem berasrama.

Menurutnya, pembinaan dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari bangun pagi hingga kembali beristirahat.

Pola tersebut bertujuan menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta keberanian untuk menetapkan cita-cita.

“Yang kami bangun di Sekolah Rakyat bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga karakter anak. Mereka dibiasakan hidup disiplin sejak bangun pagi hingga kembali beristirahat. Kami ingin mereka memiliki kepercayaan diri, berani bermimpi, dan yakin bahwa mereka mampu mengubah masa depan keluarganya,” ungkap Satria.

Ia menjelaskan, kebutuhan peserta didik dipenuhi melalui program tersebut, mulai dari tempat tinggal, makanan, pakaian, perlengkapan belajar hingga fasilitas penunjang lainnya. Dengan dukungan itu, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran tanpa terbebani biaya kebutuhan dasar.

Satria juga melihat perubahan pada peserta didik setelah program berjalan. Perubahan tersebut terutama terlihat dalam kedisiplinan, motivasi belajar, dan keberanian menyampaikan cita-cita.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Siapkan Lahan 20 Hektare untuk Sekolah Garuda

Anak-anak yang sebelumnya kurang percaya diri, bahkan hampir putus sekolah, mulai menunjukkan semangat belajar yang lebih tinggi.

“Harapan kami sederhana, jangan sampai kemiskinan diwariskan kepada anak-anak. Melalui pendidikan yang berkualitas dan pembinaan karakter, kami ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB), Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan menjadi salah satu fondasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Lebih dari itu, pendidikan membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pilihan hidup, dan keluar dari kerentanan sosial ekonomi.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menegaskan pentingnya peran negara dalam memastikan keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.

Pemenuhan kebutuhan dasar yang disertai pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan diharapkan memperbesar peluang peserta didik untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Namun, keberhasilan program pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah anak yang kembali bersekolah.

Keberlanjutan pendidikan, penyelesaian jenjang belajar, peningkatan kompetensi, dan kemampuan lulusan untuk berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Karena itu, dukungan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan agar kesempatan yang telah terbuka dapat berujung pada perubahan nyata dalam kehidupan peserta didik.

Dari Zahira yang kembali mengejar pendidikan dan berhasil menembus tingkat nasional dalam pencak silat, Indah yang menemukan kembali semangat belajar, hingga Tania yang bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut, Sekolah Rakyat menghadirkan kesempatan baru bagi anak-anak yang sempat terhambat keadaan.

Kisah mereka menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menentukan sejauh mana seorang anak boleh bermimpi.

Dengan akses pendidikan yang memadai, pendampingan, dan kesempatan mengembangkan bakat, anak-anak memiliki peluang untuk tumbuh, berprestasi, serta membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri dan keluarganya.

Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan menentukan masa depannya, tanpa harus menyerah hanya karena keadaan ekonomi keluarga.(arz)

Berita Terkait

Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat
Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia
Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca
Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit
KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan
Aruna Senggigi Bawa Isu SDGs ke Kampus, Dorong Generasi Muda Siapkan Masa Depan Pariwisata Lombok
Police Goes to School di Bebuak, Kapolsek Kopang Tekankan Pentingnya Stop Bullying

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit

Berita Terbaru