Warga Keluhkan Lampu Mati di Jalan BIL Satu Akibat Tak Ada Perhatian Pemda Lombok Barat

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengeluhkan lampu mati di Jalan BIL Satu.

Warga mengeluhkan lampu mati di Jalan BIL Satu.

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Warga Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat menyuarakan keprihatinan atas lampu jalan BIL Satu yang telah lama mati. Di mulai dari Desa Dasan Tapen sampai Perbatasan Lombok Tengah (Loteng). Bayaknya kampu jalan yang mati, hal ini tentu menyebabkan kegelapan dan kekhawatiran warga terhadap keamanan serta potensi kriminalitas dan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Asmuni, seorang aktivis sekaligus warga Dusun Bremi, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat menyebut, bahwa akibat banyaknya lampu jalan yang mati, mengakibatkan rawan kecelakaan. Asmuni menyebut, bukan sekali dua kali terjadi di jalan BIL Satu. Bahkan sudah banyak warga yang meninggal akibat ditabrak kendaraan bermotor.

Baca Juga :  307 Calon Jemaah Haji KBIHU NWDI Pancor Berangkat, Dilepas Bupati Lombok Timur

“Tadi malam juga ada terjadi kecelakaan warga kami di jalan Bil Satu, dan sekarang korban dilarikan ke Puskesamas untuk dirawat. Terus siapa yang kita salahkan,” kesalnya.

Lebih lanjut Asmuni menyatakan, bahwa perhatian pemerintah daerah (Pemda) selama ini dianggap tidak ada sama sekali terhadap masalah ini. “Kami seperti hidup di lorong gelap,” ucapnya.

Banyaknya lampu jalan yang mati di jalan BIL Satu mengindikasikan buruknya kinerja Pemda Lombok Barat, terutama dinas terkait.

Asmuni menegaskan, bahwa lampu penerangan jalan umum tidak gratis dinikmati masyarakat. Masyarakat membayar untuk menikmati penerangan tersebut melalui pajak penerangan jalan umum yang dikenakan setiap bulan. Oleh karena itu, masyarakat sangat berhak menikmati penerangan jalan umum yang terang benderang.

Baca Juga :  Wajah Baru RS Mutiara Sukma: Luncurkan Gedung Rehabilitasi Napza dengan Semangat “Melayani Seperti Ingin Dilayani”

“Banyaknya lampu jalan yang mati di jalan BIL Satu, mengindikasikan sangat buruknya kinerja Pemerintah Daerah Lombok Barat, terutama dines terkait yang membidangi. Padahal kalau dilihat anggaran untuk PJU ini tidak lah sedikit,” terangnya.

Asmuni berharap Pemda Lombok Barat lebih tanggap dan peduli dengan hak pengguna jalan dan menghidupkan PJU sepanjang jalan BIL Satu ini. “Kalau masih ada jalan umum gelap, sama halnya dengan mengabaikan hak masyarakat umum,” ujarnya.(ham)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB
MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:04 WIB

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB