Pemerolehan Bahasa Pertama dan Pembelajaran Bahasa Kedua serta Bahasa Asing

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baiq Suci Antari.

Baiq Suci Antari.

Oleh: Baiq Suci Antari │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2026
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

BAHASA merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai alat komunikasi dan pendukung perkembangan kognitif. Sejak lahir, manusia memperoleh bahasa pertama secara alami melalui interaksi dengan lingkungan terdekat tanpa melalui pembelajaran formal. Proses ini berlangsung secara tidak sadar dan menjadi dasar bagi penguasaan bahasa selanjutnya.

Berbeda dengan pemerolehan bahasa pertama, pembelajaran bahasa kedua dan bahasa asing dilakukan secara sadar dan terstruktur, umumnya melalui pendidikan formal. Bahasa kedua dipelajari dalam lingkungan yang aktif menggunakan bahasa tersebut, sedangkan bahasa asing dipelajari di lingkungan yang tidak menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Perbedaan lingkungan ini memengaruhi cara, strategi, dan hasil pembelajaran bahasa, sehingga penting untuk memahami perbedaan ketiga proses tersebut dalam kajian linguistik dan pendidikan bahasa.

Baca Juga :  KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA: BERSATU, BERDAULAT, RAKYAT SEJAHTERA, INDONESIA MAJU: REFLEKSI 80 INDONESIA MERDEKA

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pemerolehan bahasa pertama serta pembelajaran bahasa kedua dan bahasa asing, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Secara teoretis, pemerolehan bahasa pertama dijelaskan melalui teori nativisme Chomsky yang menyatakan bahwa manusia memiliki kemampuan bawaan untuk berbahasa. Teori behaviorisme menekankan peran lingkungan dan penguatan, sedangkan Krashen menyoroti pentingnya comprehensible input dan faktor afektif dalam pembelajaran bahasa kedua. Ellis menambahkan bahwa usia, motivasi, dan lingkungan belajar sangat memengaruhi hasil pembelajaran bahasa.

Analisis dilakukan melalui pendekatan deskriptif-kualitatif berbasis kajian pustaka dengan membandingkan proses dan karakteristik penguasaan bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa pertama diperoleh secara alami dan relatif seragam, sementara bahasa kedua dan bahasa asing dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa kedua proses tersebut memiliki mekanisme yang berbeda.

Baca Juga :  Batam Tuan Rumah Silatnas dan Harlah ke-3 ASLI

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa kedua dan bahasa asing tidak dapat disamakan dengan pemerolehan bahasa pertama. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa perlu menekankan penggunaan bahasa secara komunikatif dan kontekstual, bukan hanya penguasaan aturan tata bahasa. Pendekatan yang memberikan paparan bahasa yang bermakna dan mendukung kondisi emosional pembelajar dinilai lebih efektif.

Dengan memahami perbedaan pemerolehan bahasa pertama dan pembelajaran bahasa kedua serta bahasa asing, pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik pembelajar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa dan membantu pembelajar mencapai kompetensi berbahasa secara optimal.(*)

Berita Terkait

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru