Anggota KI NTB 2026–2030 Resmi Dilantik, Gubernur Iqbal Dorong Transparansi yang Relevan di Era Digital

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melantik lima Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB periode 2026–2030.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melantik lima Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB periode 2026–2030.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Komitmen terhadap pemerintahan yang terbuka kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Pada Kamis (26/2/2026), Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik lima Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB periode 2026–2030.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi, momentum ini menjadi penanda penguatan ekosistem keterbukaan informasi di NTB.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan ucapan selamat kepada para komisioner yang baru dilantik, sembari mengingatkan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam mengemban amanah publik.

“Kami berharap Komisi Informasi menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi publik di Provinsi NTB,” ujarnya.

Lima nama Anggota Komisi Informasi Provinsi NTB yang ditetapkan oleh Komisi I DPRD NTB untuk mengemban tugas hingga 2030 adalah: Sansuri, Armansyah Putra, Husna Fatayati, Suaeb Qury, dan Sahnam.

Mereka diharapkan mampu memperkuat fondasi yang telah dibangun periode sebelumnya, sekaligus menghadirkan terobosan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa hasil survei dan evaluasi periode sebelumnya menunjukkan masih ada sejumlah aspek dalam tata kelola keterbukaan informasi yang perlu dibenahi. Karena itu, sinergi antara Komisi Informasi dan seluruh badan publik dinilai menjadi kunci.

Baca Juga :  Ormas Sasaka Nusantara NTB Dukung Kinerja Aparat Polres Lombok Tengah

Menurutnya, KI NTB tidak memulai dari nol. Fondasi telah tersedia—kini saatnya memperkuat yang sudah baik, menginovasi yang belum optimal, dan memperbaiki yang masih kurang.

Apresiasi juga disampaikan kepada Komisioner periode sebelumnya serta Tim Panitia Seleksi yang telah melalui proses panjang hingga menghasilkan 15 nama calon untuk diajukan ke DPRD NTB.

Mengacu pada amanat Komisi Informasi Republik Indonesia serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik wajib membuka akses informasi kepada masyarakat, kecuali informasi yang dikecualikan sesuai ketentuan.

Dalam konteks ini, Komisi Informasi memiliki peran strategis sebagai penjaga keseimbangan antara hak publik untuk tahu dan kewajiban negara melindungi informasi tertentu.

Di era digital saat ini—transparansi bukan lagi opsi, melainkan ekspektasi. Informasi harus cepat, jelas, akurat, dan mudah diakses. Tantangan keterbukaan kini tidak hanya soal membuka data, tetapi juga memastikan informasi tidak bias, tidak menyesatkan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  I Wayan Karioka Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PHDI NTB Periode 2025-2030

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa Komisi Informasi tidak hanya menjalankan fungsi ajudikasi dan mediasi sengketa informasi. Lebih dari itu, KI harus menjadi motor penggerak budaya transparansi di seluruh badan publik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia juga menekankan pentingnya independensi, ketegasan, dan keadilan dalam setiap keputusan. Di saat yang sama, literasi keterbukaan informasi di tengah masyarakat perlu terus diperkuat.

“Kritik yang konstruktif, rekomendasi yang solutif, serta pengawasan yang objektif akan memperkuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kepercayaan publik adalah modal sosial terbesar dalam pembangunan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal mengingatkan para komisioner agar menjadikan jabatan ini sebagai ruang pengabdian—bukan sekadar posisi struktural.

Ia optimistis, dengan keterbukaan yang konsisten dan partisipasi publik yang aktif, tata kelola pemerintahan NTB akan semakin modern, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan. “Dengan keterbukaan, partisipasi akan tumbuh. Dengan transparansi, akuntabilitas akan menguat,” pungkasnya.

Pelantikan ini menjadi sinyal bahwa NTB bersiap melangkah lebih progresif dalam membangun budaya pemerintahan yang terbuka—sebuah langkah penting di tengah tuntutan masyarakat global yang semakin sadar akan hak atas informasi.(Sid)

Berita Terkait

Makanan Bergizi Tak Harus Mahal, Bupati Lombok Timur Minta Persagi Aktif Edukasi Masyarakat
PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara
Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren
Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas
Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat
Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Pesan Tegas Kapolres Lombok Timur
Masa Reses, Fauzan Khalid Temui Warga Penerima BSPS di Lombok Barat, Haru Lihat Rumah Tak Layak Kini Berubah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR

Rabu, 2 September 2026 - 16:10 WIB

Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Dari Tambakberas Untuk Indonesia: Simbol “Kembali ke Akar” Pesantren

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB, Manajemen ASN hingga Satgas Bencana Diperkuat

Berita Terbaru