Guru PPPK Paruh Waktu di Lombok Timur Bisa Bernapas Lega, Honor Dua Bulan Segera Cair

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M. Nurul Wathoni.

M. Nurul Wathoni.

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID — Kabar baik datang untuk para guru PPPK Paruh Waktu (PW) di Kabupaten Lombok Timur. Setelah sempat diliputi ketidakpastian, pemerintah daerah memastikan honor Januari hingga Februari 2026 akan dibayarkan sekaligus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur (Kadis Dikbud Lotim), M. Nurul Wathoni, pada Jumat (13/2/2026), menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang merampungkan kalkulasi anggaran sebelum pencairan dilakukan.

“Kami upayakan PPPK paruh waktu menerima honor Rp750.000 per bulan, terdiri dari Rp450.000 dari APBD dan Rp300.000 dari dana BOS,” ujarnya.

Baca Juga :  Aturan “Lock the Gate” di MAN 1 Lombok Barat Jadi Sorotan Publik

Sebelumnya, dana BOS tidak diperbolehkan untuk membayar honor PPPK. Namun Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) tidak tinggal diam. Pemerintah daerah melakukan konsultasi langsung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hasilnya, daerah diminta mengajukan diskresi kebijakan, yang kemudian dikirim pada 19 November 2025.

Kemendikdasmen merespons melalui surat bernomor 28795/MDM.C/PR.04.01/2025 tertanggal 11 Desember 2025. Dalam poin ketiga surat tersebut ditegaskan bahwa dana BOSP dapat digunakan untuk pembayaran gaji PPPK. Surat itu ditandatangani oleh Dirjen Dikdasmen, Gatot Duharwoto.

Baca Juga :  Gubernur NTB Terima Danlanal Mataram, Sinergi Pembangunan dan Mitigasi Bencana Diperkuat

Tak berhenti di situ, harapan lain juga mulai terbuka. Pemerintah pusat dikabarkan sedang mengkaji serius perubahan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Dinas Dikbud Lotim pun optimistis kebijakan tersebut akan terealisasi.

Jika benar terjadi, bukan hanya soal honor, tetapi juga soal kepastian masa depan profesi guru honorer yang selama ini menunggu kejelasan status.(Kml)

Berita Terkait

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru