Link and Match Jadi Kunci, Gubernur NTB Ingin Lulusan SMK Langsung Diserap Industri

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengunjungi SMKN 1 Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengunjungi SMKN 1 Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Masa depan pendidikan vokasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang diarahkan ke satu kata kunci: link and match. Hal itu ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mengunjungi SMKN 1 Gerung dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.

Di hadapan kepala sekolah, guru, siswa, dan para orang tua, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan yang relevan dengan semangat era digital saat ini. Di mana, sekolah tidak cukup hanya mencetak lulusan, tetapi harus mencetak talent yang siap bersaing.

“Kita ingin SMK tidak lagi menjadi penambah angka pengangguran, tetapi justru menjadi solusi. Karena itu, link and match dengan dunia usaha dan industri adalah keharusan,” tegasnya.

Komitmen itu bukan sekadar wacana. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyiapkan subsidi biaya sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bagi lebih dari 400 siswa, dan jumlah tersebut akan ditambah pada anggaran perubahan mendatang.

Targetnya jelas: lulusan SMK tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui industri. “Dengan sertifikat, peluang kerja semakin terbuka. Bahkan, bisa menjadi paspor untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  Civitas Akademika IAIH Pancor Sebut NBDI Adalah Spirit Bagi Generasi Segala Zaman

Sejumlah sertifikasi LSP di Indonesia, termasuk di bidang pengelasan dan teknik, telah mendapat pengakuan internasional. Artinya, lulusan SMK NTB punya peluang untuk masuk ke pasar global—bukan sekadar lokal.

Langkah progresif lainnya, Pemprov NTB mendorong keterlibatan siswa SMK dalam proyek-proyek pemerintah daerah, khususnya di bawah Dinas PUPR.

Bagi generasi yang akrab dengan konsep personal branding dan career portfolio, kebijakan ini menjadi angin segar. “Ketika mereka menulis CV, sudah ada pengalaman kerja nyata. Itu meningkatkan daya tawar di pasar kerja,” jelasnya.

Pengalaman praktik langsung di proyek riil dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan kebutuhan industri.

Transformasi juga didorong dari sisi tata kelola. Gubernur Iqbal mendorong SMK bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan dan pengembangan unit produksi.

Dengan skema ini, sekolah dapat lebih adaptif, inovatif, dan mandiri secara finansial—sejalan dengan semangat kewirausahaan yang kini banyak diminati generasi muda.

Dalam kunjungan tersebut, Miq Iqbal juga menyoroti potensi besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berkembang pesat di NTB.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Gubernur Iqbal Titip Urgensi Irigasi ke Lobar dan Loteng

Saat ini, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan komoditas seperti telur untuk mendukung program tersebut. Celah ini dinilai sebagai peluang emas bagi jurusan tata boga, pertanian, dan peternakan di SMK.

“SMK harus menjadi bagian dari solusi. Ini momentum untuk menunjukkan bahwa pendidikan vokasi bisa langsung berdampak pada ekonomi daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia yang turut mendampingi kunjungan tersebut menegaskan bahwa penguatan SMK adalah investasi strategis jangka panjang.

Ia berharap setiap SMK memiliki keunggulan spesifik yang menjadi pintu masuk lulusan ke dunia kerja. “Dengan sertifikasi dan kolaborasi industri, kita optimistis SMK NTB semakin kompetitif dan relevan,” ujarnya.

Kunjungan ini menegaskan arah baru pendidikan vokasi di NTB: adaptif terhadap kebutuhan industri, responsif terhadap tantangan zaman, dan berorientasi pada solusi.

Di tengah dinamika pasar kerja global yang terus berubah, SMK diharapkan tak lagi sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang lahirnya generasi siap kerja, siap usaha, dan siap mendunia.(Sid)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru