Optimalkan KUR Rp30 Miliar, Koperasi Didorong Tangkap Peluang Program MBG

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat berkunjung ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Batat (Lobar), Kamis (26/2/2026)

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat berkunjung ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Batat (Lobar), Kamis (26/2/2026)

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID — Gerak cepat, kolaboratif, dan berorientasi bisnis. Itulah wajah baru koperasi yang kini tengah didorong tumbuh di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB membuka peluang besar bagi koperasi lokal untuk naik kelas dengan memanfaatkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai masif berjalan di daerah ini. Dukungan konkret pun disiapkan: akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp30 miliar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa koperasi harus meninggalkan pola pikir lama sebagai lembaga sosial semata. Di hadapan anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jembatan Kembar Timur, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Batat (Lobar), Kamis (26/2/2026), ia menekankan bahwa koperasi adalah institusi bisnis modern yang dikelola secara kolektif.

“Koperasi adalah institusi bisnis dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota. Semakin aktif anggotanya bertransaksi dan mengembangkan usaha, semakin besar pula pertumbuhannya,” tegasnya.

Gubernur Iqbal mengapresiasi langkah awal KDMP Merah Putih yang telah mulai menyalurkan komoditas pokok dan mendorong agar koperasi mampu memperluas skala usaha secara profesional dan terukur.

Pemerintah daerah mengungkapkan bahwa dana KUR sebesar Rp30 miliar telah tersedia di Bank NTB Syariah untuk koperasi dan UMKM. Skema pembiayaan berbunga rendah ini diharapkan menjadi akselerator pertumbuhan bisnis koperasi.

Baca Juga :  DARI PETANI KE PENGUSAHA?

Dengan perencanaan usaha yang matang dan proposal terukur, koperasi didorong melakukan “business leap” atau lompatan strategis agar mampu menjawab permintaan pasar yang terus meningkat.

Program MBG di NTB kini telah didukung lebih dari 800 dapur operasional. Namun, pemenuhan kebutuhan pangan masih menjadi tantangan.

Untuk komoditas telur, misalnya, baru sekitar 30 persen yang dipasok peternak lokal. Sisanya masih bergantung pada pasokan luar daerah.

Menurut Gubernur, di sinilah koperasi dapat mengambil peran sebagai agregator atau pengepul hasil produksi anggota. “Permintaan sudah ada dan pasti. Tinggal bagaimana koperasi membangun manajemen suplai yang rapi dan berkelanjutan,” jelasnya.

Tak hanya telur, peluang juga terbuka untuk komoditas ayam, susu, hingga roti—seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem ketahanan pangan yang kini menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.

Di akhir arahannya, Gubernur Iqbal mengajak masyarakat untuk membangun loyalitas ekonomi lokal. Salah satunya dengan memprioritaskan belanja di koperasi sendiri dibandingkan ritel modern.

Langkah ini diyakini mampu menjaga perputaran ekonomi tetap berada di lingkaran anggota, sehingga keuntungan kembali dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). “Kalau anggota belanja di koperasi sendiri, manfaatnya kembali ke mereka juga,” tegasnya.

Baca Juga :  Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Lombok Timur, Ini Disampaikan Fauzan Khalid

Kepala Desa Jembatan Kembar Timur, H. Ismail Darwan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan gubernur yang dinilai sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah provinsi terhadap pembangunan desa.

Sementara itu, Ketua KDMP Jembatan Kembar Timur, Rustam Thamrin, memaparkan bahwa koperasi yang dipimpinnya dibentuk sebagai respons cepat terhadap arahan Presiden terkait penguatan kemandirian pangan nasional.

Sejak Mei lalu, koperasi berhasil merekrut 96 anggota. Dengan modal awal simpanan pokok Rp10 juta, mereka mulai menjalankan aktivitas usaha pada September. “Pengurus tidak kenal panas dan hujan untuk mengambil barang dari Bulog demi melayani anggota,” ujarnya.

Pada Januari, koperasi tersebut menandatangani akad pinjaman Rp25 juta dari Bank NTB untuk memperluas skala usaha. “Begitu modal bertambah, keuntungan mulai terlihat. Kami makin percaya diri untuk berkembang,” katanya optimistis.

Transformasi koperasi di NTB kini memasuki fase baru: tidak lagi sekadar wadah simpan-pinjam, tetapi menjadi pemain aktif dalam rantai pasok pangan nasional. Dengan dukungan pembiayaan, pasar yang jelas melalui program MBG, serta semangat kolektif anggota.

Koperasi berpotensi menjadi motor ekonomi desa yang relevan di era saat ini yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis solusi. Peluang sudah terbuka. Tinggal siapa yang paling siap bergerak cepat dan mengelolanya secara profesional.(arz)

Berita Terkait

Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab
Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi
Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas
Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste
Gubernur Iqbal Tawarkan Potensi Investasi NTB ke Maroko, Bidik Kerja Sama Strategis Bernilai Triliunan
Dewan Komisaris PLN Energi Gas Tinjau Proyek EG Benoa Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi Penggunaan Uang Negara
Gubernur Iqbal Resmikan Bale Kita, Rumah Baru Produk Autentik UMKM NTB Menuju Pasar Global
Negeri Jiran dan Magnet Pekerja Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:02 WIB

Separuh Desa di Lombok Timur Belum Bangun Koperasi Merah Putih, Dandim 1615/Lotim Turun Langsung Cari Penyebab

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

Gubernur Iqbal Titip Dua Tugas Besar kepada Pengurus Dekopinwil NTB, Benahi SDM dan Ubah Citra Koperasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:06 WIB

Gubernur Iqbal Ubah Paradigma Pajak di NTB, Warga Taat Kini Dihadiahi Emas

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menteri Trenggono dan Gubernur Iqbal Siapkan KNMP Bintaro Jadi Percontohan Nasional Pasar Ikan Modern Zero Waste

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:07 WIB

Gubernur Iqbal Tawarkan Potensi Investasi NTB ke Maroko, Bidik Kerja Sama Strategis Bernilai Triliunan

Berita Terbaru