KOTA BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Menyambut momen sakral salat Subuh di bulan suci Ramadan, jajaran Unit Patroli Motor (Patmor) Satuan Samapta Polres Bima Kota bergerak cepat menjaga suasana tetap aman dan nyaman.
Lewat operasi pengamanan petasan yang digelar di sejumlah titik rawan, aparat berupaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan suara ledakan maupun potensi gesekan antar remaja.
Operasi ini tidak hanya menyasar penggunaan petasan yang kerap memecah keheningan jelang Subuh, tetapi juga mengantisipasi potensi perkelahian antar kelompok remaja yang terkadang terjadi sebelum atau sesudah waktu ibadah.
Personel di lapangan melakukan patroli dialogis, memeriksa kelompok remaja yang berkumpul, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas secara humanis dan persuasif.
Pendekatan ini dipilih agar pesan keamanan tersampaikan tanpa menciptakan jarak dengan masyarakat. Dalam operasi tersebut, petugas juga menyita sejumlah petasan yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Kapolresta Bima Kota, AKBP Hariyanto, S.IK, melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin, SH, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif demi menjaga stabilitas wilayah.
“Operasi pengamanan petasan ini kami laksanakan agar masyarakat dapat menjalankan Sholat Subuh dengan khusyuk dan tenang. Kami juga berupaya mencegah potensi perkelahian antar remaja yang dapat meresahkan warga,” tegasnya.
Pihaknya memastikan patroli akan terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam rawan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
Kasat Samapta juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi dan membina anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil kolaborasi bersama antara kepolisian dan masyarakat. “Sinergi adalah kunci. Ketika aparat dan warga berjalan seirama, maka stabilitas keamanan di Kota Bima dapat terjaga secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui operasi ini, diharapkan suasana Ramadan di Kota Bima tetap sejuk, tertib, dan penuh kekhusyukan—sehingga Subuh bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang rasa aman yang dirasakan bersama.(Sid)

















