MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Membangun generasi yang tangguh di era digital tidak cukup hanya lewat kurikulum di kelas. Polda NTB memilih turun langsung ke sekolah, menyapa siswa, dan berbicara dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak-anak.
Melalui Subdit Bintibsos Direktorat Binmas, jajaran Polda NTB menggelar edukasi tentang bahaya bullying, narkoba, dan kenakalan remaja di SDN 37 Dasan Agung Baru, Kota Mataram, pada Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan sejak usia dini, bukan sekadar ceramah formal, tetapi dialog interaktif agar pesan mudah dipahami. Polisi mengajak siswa mengenali perilaku negatif sekaligus membangun keberanian berkata “tidak”.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., menegaskan pendekatan preventif adalah investasi sosial jangka panjang.
“Edukasi sejak sekolah dasar menjadi benteng awal. Anak-anak harus tahu risiko bullying, narkoba, dan perilaku menyimpang agar mereka mampu menghindarinya,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga masa depan anak bukan hanya tugas aparat, tetapi ekosistem bersama: sekolah, keluarga, dan lingkungan. Literasi sosial sejak dini akan membantu anak mengenali tekanan pergaulan dan mengambil keputusan yang sehat.
Pendekatan ini sekaligus bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dengan cara paling mendasar, membentuk karakter generasi berikutnya.
Lewat program ini, Polda NTB berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi disiplin, berempati, dan sadar peran mereka sebagai penjaga lingkungan, mulai dari sekolah hingga masyarakat luas.
Di tengah tantangan zaman yang serba cepat, pesan yang ingin ditanamkan sederhana: menjadi keren bukan karena ikut-ikutan, tapi karena berani memilih yang benar.(Sid)

















