KEDIRI, LOMBOKTODAY.ID – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan fasilitas belajar, tetapi juga dengan memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga.
Semangat itulah yang mendorong Bank Jatim, Bank NTB Syariah, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) berkolaborasi menyalurkan bantuan kacamata gratis kepada 220 pelajar SD dan SMP di berbagai daerah di Jawa Timur.
Program kepedulian sosial tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis di Kantor Bank Jatim Cabang Kediri, Kamis (23/7/2026), sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Jatim.
Vice President Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Rischana, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas lembaga yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak usia sekolah.
Sebanyak 220 pelajar penerima manfaat berasal dari 16 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk wilayah Kediri Raya yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, dan sejumlah daerah lainnya.
Branch Manager Bank NTB Syariah KC Surabaya, Asrul Akbar, mengatakan keterlibatan Bank NTB Syariah dalam program sosial lintas daerah ini merupakan implementasi nyata tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus komitmen perbankan syariah dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
“Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat dukungan penuh agar dapat belajar secara optimal tanpa terkendala masalah kesehatan fisik, khususnya penglihatan,” ujar Asrul.
Menurutnya, kesehatan mata menjadi salah satu faktor penting yang sering luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan prinsip transparansi bersama IZI Jawa Timur.
Prosesnya dimulai dari screening awal di sekolah-sekolah, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan mata secara menyeluruh oleh tenaga medis, hingga penyerahan kacamata sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Selain itu, para pelajar juga menerima paket perlengkapan alat tulis untuk menunjang aktivitas belajar.
Program kolaboratif antar-Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini turut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah maupun pihak sekolah.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan cukup banyak siswa yang mengalami gangguan refraksi mata, seperti rabun jauh (minus) dan silinder, namun belum pernah terdeteksi sebelumnya sehingga berpotensi menghambat proses belajar di ruang kelas.
Melalui sinergi bersama Bank Jatim dan IZI, Bank NTB Syariah berharap program sosial serupa dapat terus diperluas ke berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran BPD dalam mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi.(arz)

















