Gubernur NTB Tinjau Stunting di Desa Nggembe, Angka Bima Turun ke 12 Persen

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Bupati Bima, Ady Mahyudi, serta Ketua TP-PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal saat turun langsung ke Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Bupati Bima, Ady Mahyudi, serta Ketua TP-PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal saat turun langsung ke Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mengakselerasi penanganan stunting dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis data.

Pada Selasa (3/3/2026), Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung ke Desa Nggembe, Kabupaten Bima, memastikan intervensi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Didampingi Bupati Bima, Ady Mahyudi, serta Ketua TP-PKK NTB, Sinta Agathia Iqbal, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial.

Gubernur Iqbal dan rombongan mendatangi langsung rumah balita terdampak stunting dan anak yang mengalami diare, mendengar kondisi riil keluarga, sekaligus memverifikasi efektivitas program yang telah berjalan.

“Penanganan stunting harus tepat sasaran. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi anak-anak dan keluarga, agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Iqbal.

Di Desa Nggembe tercatat 12 anak menjadi sasaran penanganan stunting. Dalam kunjungan tersebut, dua balita—Zakir (16 bulan) dan Jafir (12 bulan)—dikunjungi secara langsung. Keduanya juga menjadi bagian dari program imunisasi campak (URI) melalui fasilitas layanan kesehatan setempat.

Baca Juga :  Komite III DPD RI Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Pendidikan Tinggi

Sebagai langkah preventif, dilakukan pula pemberian imunisasi simbolis kepada anak-anak PAUD Meci Angi. Langkah ini menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan dasar sejak usia dini, sejalan dengan upaya membangun generasi sehat dan produktif di masa depan.

Gubernur Iqbal juga menyerahkan paket Pemberian Nutrisi Tambahan (PNT) berupa biskuit dari Dinas Kesehatan NTB, serta memastikan dukungan layanan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) dan Puskesmas setempat terus berjalan optimal. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan kondisi anak sekaligus memperkuat pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Gubernur Iqbal menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kurang gizi. Faktor sanitasi, kondisi hunian, akses air bersih, hingga penyakit penyerta turut menjadi determinan yang harus ditangani secara simultan.

“Penanganan stunting tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Penyebabnya beragam. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan terintegrasi,” tegasnya.

Sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan menjadi kunci. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten membagi peran sesuai kewenangan masing-masing, memastikan setiap program berjalan efektif dan terukur.

Baca Juga :  Apa Impek Prabowo?

“Kita bergandengan tangan dengan Kabupaten. Semua sektor harus bergerak bersama agar target penurunan stunting 2026 dapat tercapai,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan hasil signifikan. Angka stunting di Kabupaten Bima berhasil ditekan dari 26 persen menjadi 12 persen. Di tingkat provinsi, prevalensi stunting NTB juga turun menjadi 13 persen.

Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja kolektif—mulai dari sektor kesehatan, perumahan, sanitasi, hingga dukungan sosial kemasyarakatan—mampu menghadirkan perubahan nyata.

Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan intervensi terintegrasi, memastikan setiap anak NTB mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.

Di tengah tantangan global dan dinamika zaman, investasi pada kesehatan anak bukan hanya soal hari ini, melainkan tentang menyiapkan generasi masa depan yang lebih tangguh, cerdas, dan berdaya saing.(ltn)

Berita Terkait

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti
Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya
BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar
Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Astra Motor NTB Ingatkan Karyawan 4 Hal Wajib Dicek Sebelum Berkendara ke Tempat Kerja
Jelang Honda Bikers Day 2026, Bikers Lombok Panaskan Semangat Persaudaraan
Bid Dokkes Polda NTB Dampingi Jepang Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Tsunami 2011

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:06 WIB

BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Berita Terbaru