MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Perjalanan aman ke tempat kerja tidak hanya bergantung pada kedisiplinan pengendara, tetapi juga kondisi sepeda motor yang digunakan.
Mengabaikan pemeriksaan kendaraan karena terburu-buru berangkat dapat meningkatkan risiko gangguan di jalan.
Karena itu, Astra Motor NTB mengajak karyawan membiasakan diri mengecek kendaraan sebelum berkendara melalui semangat Ride Safe, Work Safe.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui program Mandatory Key Action Pengecekan Motor Karyawan. Program ini mendorong seluruh karyawan untuk melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kondisi sepeda motor sebelum digunakan, terutama untuk memastikan komponen penting kendaraan berfungsi dengan baik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan berkendara, baik saat perjalanan menuju kantor maupun ketika pulang setelah menyelesaikan aktivitas kerja.
Pemeriksaan kendaraan diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengatakan bahwa memastikan sepeda motor dalam kondisi layak jalan merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
“Keselamatan berkendara harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dengan memastikan sepeda motor dalam kondisi layak jalan sebelum digunakan. Terlebih bagi karyawan yang setiap hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja, jangan sampai karena terburu-buru berangkat, kita melewatkan pengecekan kendaraan. Luangkan waktu beberapa menit untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” ujar Yehezkiel.
Dalam program tersebut, Astra Motor NTB menekankan pentingnya memeriksa empat komponen utama sepeda motor, yakni rem, lampu, bahan bakar, dan ban. Keempatnya berperan penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
1. Rem depan dan belakang
Sistem pengereman menjadi komponen penting yang harus dipastikan berfungsi optimal sebelum sepeda motor digunakan.
Pengendara perlu memeriksa respons rem depan dan belakang untuk memastikan kendaraan dapat diperlambat atau dihentikan dengan baik ketika dibutuhkan.
Selain pemeriksaan rutin, kampas rem perlu diganti apabila sudah aus. Kondisi dan kebutuhan penggantian minyak rem juga harus diperhatikan sesuai rekomendasi perawatan kendaraan. Rem yang tidak bekerja optimal dapat mengurangi kemampuan pengendara mengantisipasi situasi darurat.
2. Lampu kendaraan
Seluruh lampu perlu dipastikan berfungsi normal, mulai dari lampu utama, lampu jauh, lampu sein, hingga lampu rem atau lampu belakang.
Lampu membantu pengendara melihat kondisi jalan sekaligus membuat keberadaan dan arah pergerakan kendaraan lebih mudah diketahui pengguna jalan lain.
Lampu sein yang tidak berfungsi, misalnya, dapat membuat pengendara lain kesulitan membaca arah pergerakan kendaraan.
Karena itu, pemeriksaan lampu tidak boleh dilewatkan, termasuk ketika sepeda motor hanya digunakan untuk perjalanan singkat.
3. Bahan bakar
Pengendara juga perlu memastikan bahan bakar mencukupi untuk mencapai tujuan atau setidaknya SPBU berikutnya.
Perencanaan bahan bakar membantu mengurangi risiko kendaraan kehabisan bensin di tengah perjalanan, terutama ketika pengendara harus melewati jalur yang minim fasilitas pengisian bahan bakar.
Pemeriksaan ini memang sederhana, tetapi dapat membantu perjalanan berlangsung lebih lancar tanpa gangguan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
4. Kondisi dan tekanan ban
Ban menjadi satu-satunya bagian sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisinya perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kerusakan yang berpotensi mengganggu kestabilan kendaraan.
Pengendara dapat memperhatikan pola keausan ban serta indikator TWI (Tread Wear Indicator), yaitu penanda batas keausan pada telapak ban.
Apabila permukaan telapak ban sudah sejajar dengan indikator tersebut, ban perlu diganti. Kode produksi pada ban juga dapat diperiksa untuk mengetahui waktu pembuatannya dan membantu menilai usia ban.
Tekanan ban tidak kalah penting. Sebagai acuan umum, tekanan ban depan berada pada kisaran 29–30 psi, sedangkan ban belakang 30–33 psi.
Namun, tekanan yang tepat tetap perlu mengikuti rekomendasi pabrikan untuk tipe sepeda motor dan kondisi penggunaannya.
Yehezkiel menegaskan bahwa pemeriksaan kendaraan perlu diimbangi dengan perilaku berkendara yang disiplin.
Sepeda motor yang berada dalam kondisi baik tetap membutuhkan pengendara yang mampu menjaga keselamatan selama perjalanan.
Pengendara diimbau selalu menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Kedisiplinan tersebut membantu pengendara tetap fokus dan memiliki waktu yang cukup untuk merespons situasi di jalan.
“Pengecekan kendaraan merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan perjalanan. Kami berharap kebiasaan ini dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh karyawan, tidak hanya saat berangkat kerja, tetapi setiap kali akan menggunakan sepeda motor,” tambah Yehezkiel.
Apabila ditemukan komponen yang tidak berfungsi dengan baik, pengendara disarankan segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan sebelum melanjutkan perjalanan. Menunda perbaikan justru dapat memperbesar risiko gangguan kendaraan ketika berada di jalan.
Melalui semangat Ride Safe, Work Safe, Astra Motor NTB mengajak karyawan dan masyarakat untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.
Kebiasaan memeriksa kendaraan sebelum berangkat menjadi salah satu langkah nyata yang dapat dimulai tanpa membutuhkan waktu lama.
Sebab, perjalanan yang aman bukan hanya tentang tiba di tempat kerja tepat waktu. Lebih dari itu, keselamatan berkendara membantu menjaga produktivitas sekaligus memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk kembali ke rumah dengan selamat.(amn)

















