MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan insan pers dalam mendorong kemajuan daerah.
Sinergi ini dinilai menjadi kunci dalam melawan kemiskinan sekaligus mewujudkan NTB yang makmur dan dikenal di tingkat global.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB, di Sekretariat PWI NTB, Rabu (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan bahwa pemberitaan media memiliki dampak besar terhadap arah kebijakan publik.
Ia bahkan mengaku pernah mengalami kerugian negara akibat sudut pandang pemberitaan yang kurang tepat saat menangani kasus WNI di luar negeri.
“Pemberitaan media itu memiliki konsekuensi besar. Pemilihan angle sangat berpengaruh terhadap bagaimana kebijakan dipahami publik. Saat ini, musuh bersama kita—pemerintah dan media—adalah kemiskinan dan kebodohan,” tegasnya.
Gubernur Iqbal juga mengingatkan pentingnya menghindari personalisasi dalam pemberitaan pemerintahan. Ia berharap media lebih menonjolkan kerja kolektif institusi dibandingkan figur individu.
Menurutnya, masyarakat perlu merasakan kehadiran pemerintah sebagai sistem yang utuh, bukan sekadar sosok pemimpin.
“Birokrasi itu institusi, bukan personal. Saya titip kepada teman-teman media, tunjukkan apa yang dilakukan pemerintah ini untuk rakyat,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak insan pers untuk selalu mengedepankan prinsip tabayun atau klarifikasi dalam setiap pemberitaan, terutama terkait kebijakan publik, agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan berimbang.
Acara tersebut merupakan bagian dari puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 yang diselenggarakan PWI NTB. Kegiatan dirangkai dengan Halal Bihalal, talkshow, serta diskusi wartawan yang menjadi ruang dialog strategis antara media dan pemerintah daerah.
Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat Menuju NTB Makmur Mendunia”, acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Sekda NTB Abul Chair dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, serta jajaran DPRD, OPD, hingga mitra BUMN dan BUMD.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov NTB yang telah menyediakan sekretariat baru bagi organisasi sejak Januari lalu.
Meski sederhana, menurutnya, tempat tersebut kini menjadi pusat diskusi dan pertukaran gagasan bagi para jurnalis dalam mengawal isu-isu strategis daerah.
Ia juga menegaskan bahwa pers yang sehat adalah pers yang merdeka, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Kalau ekosistem pers sakit—dipenuhi disinformasi dan polarisasi—maka dampaknya besar terhadap pembangunan ekonomi dan kepercayaan investor,” jelasnya.
Ikliluddin menambahkan, kritik terhadap pemerintah harus dipandang sebagai bagian dari proses perbaikan.
“Kritik itu seperti obat. Mungkin pahit, tapi menyembuhkan,” ucapnya.(Sid)

















