Kasus Bullying Disorot, SMAN 5 Mataram Perkuat Program Sekolah Ramah Anak

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMAN 5 Mataram.

Siswa SMAN 5 Mataram.

Penulis: Abdul Khalid |
Afiliasi: Program Studi Magister Peradagogi Universitas Muhammadiyah Malang

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Di tengah meningkatnya kesadaran soal kesehatan mental remaja, praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan.

Di SMAN 5 Mataram, fenomena ini diakui masih muncul dalam berbagai bentuk—mulai dari ejekan, pengucilan, hingga tekanan sosial yang kerap terjadi secara diam-diam.

Pihak sekolah mengungkapkan bahwa perilaku yang sering dianggap “sekadar bercanda” justru bisa menjadi pintu masuk terjadinya perundungan. Tanpa disadari, tindakan seperti mengejek atau mengabaikan teman dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kondisi psikologis siswa.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menegaskan bahwa bullying bukan masalah sepele. Dampaknya tidak hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri, memicu kecemasan, bahkan menimbulkan trauma.

“Perundungan sering tidak terlihat secara langsung, tapi dampaknya sangat besar. Ini yang menjadi perhatian utama kami di sekolah,” tegasnya.

Baca Juga :  Kecerdasan Buatan dan Perubahan Pola Belajar Bahasa Asing

Sebagai langkah konkret, sekolah terus memperkuat implementasi Program Sekolah Ramah Anak (SRA). Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

Melalui SRA, nilai-nilai seperti penghormatan terhadap hak anak, toleransi, dan komunikasi yang sehat menjadi fondasi utama dalam interaksi antar warga sekolah. Dalam praktiknya, layanan BK menjadi garda terdepan untuk mendeteksi, menangani, sekaligus mencegah kasus perundungan.

Meski begitu, tantangan masih ada. Salah satunya adalah minimnya pemahaman sebagian siswa terkait dampak bullying, serta anggapan bahwa perilaku tersebut merupakan hal biasa dalam dinamika pergaulan remaja.

Selain itu, latar belakang sosial siswa yang beragam juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi ini menuntut pendekatan pendidikan yang lebih menekankan empati dan penguatan karakter.

Baca Juga :  High School in Harmony Astra Berikan Wadah Bagi Pelajar Belajar Dunia Industri

Untuk menjawab tantangan tersebut, sekolah memperkuat kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan suportif.

Edukasi mengenai bahaya perundungan juga terus digencarkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembinaan, konseling, hingga pendekatan persuasif kepada siswa.

Upaya ini tidak hanya bertujuan menekan angka bullying, tetapi juga membangun budaya sekolah yang lebih humanis. Lingkungan di mana setiap siswa merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang secara optimal.

Pihak sekolah menegaskan, keberhasilan Program Sekolah Ramah Anak bukan hanya diukur dari berkurangnya kasus perundungan, tetapi juga dari terciptanya ekosistem pendidikan yang sehat—baik secara psikologis maupun sosial—bagi seluruh peserta didik.(ltn)

Berita Terkait

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying
Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat
Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat
570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026
Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia
Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca
Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit
KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Wakapolda NTB Turun ke SMPN 6 Mataram, Ingatkan Siswa soal Bahaya Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Sempat Putus Sekolah, Tiga Siswi di Lombok Barat Kembali Raih Mimpi Lewat Sekolah Rakyat

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gubernur NTB Dorong Akreditasi Sekolah Berasrama, Perlindungan Anak dan Perempuan Diperkuat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:06 WIB

570 Pelajar dan Guru Adu Skill Keselamatan Berkendara, AHM Cetak Agen Perubahan Lewat Cari Aman Academy 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia

Berita Terbaru