MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak baru.
Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang digelar pada 1–2 Mei 2026, di Mataram, dipastikan siap digelar dengan penuh optimisme, terlebih dengan kehadiran langsung Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, menyebut Rakorwil tahun ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah titik balik yang menandai fase baru perjalanan politik PSI di NTB.
“Struktur kepengurusan sudah rampung 100 persen, dari tingkat wilayah hingga kabupaten/kota. Ini jadi fondasi kuat untuk kerja-kerja politik yang lebih konkret,” ujarnya.
PSI NTB kini mengandalkan kombinasi yang dinilai strategis: energi generasi muda dan pengalaman politisi senior.
Menurut Lalu Budi, perpaduan ini menjadi “mesin baru” partai dalam memperluas basis dukungan sekaligus meningkatkan kualitas gerakan politik.
“Anak muda membawa ide segar dan keberanian, sementara senior menghadirkan pengalaman serta jejaring. Ini komposisi ideal,” katanya.
Fenomena menarik juga terjadi di internal PSI NTB. Puluhan tokoh dari berbagai latar belakang—mulai dari profesional, akademisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat mulai bergabung.
Sekretaris DPW PSI NTB, I Putu Dedy Saputra, melihat tren ini sebagai sinyal kuat meningkatnya kepercayaan publik.
“Ini bukan sekadar angka, tapi gelombang nyata. Banyak yang melihat PSI sebagai ruang baru politik yang lebih sehat, rasional, dan terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini menempatkan PSI sebagai alternatif politik yang semakin relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Rakorwil 2026 tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga merumuskan arah perjuangan ke depan—mulai dari strategi politik hingga pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“PSI ingin menjadi rumah besar gagasan dan energi perubahan,” kata Dedy.
Targetnya jelas untuk memperkuat posisi menuju kontestasi politik nasional 2029.
Di sisi teknis, Ketua Panitia Rakorwil, Novia Agustiar, memastikan seluruh persiapan telah memasuki tahap akhir.
“Agenda utama maupun rangkaian kegiatan pendamping sudah siap. Kami optimistis acara berjalan lancar,” ujarnya.
Selama di Mataram, Kaesang dijadwalkan tidak hanya menghadiri agenda internal, tetapi juga menyapa masyarakat serta berdialog dengan sejumlah tokoh daerah.
Dengan struktur yang solid, masuknya tokoh-tokoh baru, dan meningkatnya penerimaan publik, Rakorwil PSI NTB 2026 menjadi momentum penting dalam membangun akar kekuatan politik di daerah.
PSI tampak tidak lagi sekadar hadir, tetapi mulai diperhitungkan.
Dan bagi NTB, ini bisa menjadi awal dari dinamika politik baru yang lebih segar, inklusif, dan berorientasi masa depan.(LS)

















