LOBAR, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyebut biaya pembangunan jalan di NTB saat ini dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per kilometer.
Karena itu, diperlukan pendekatan baru yang lebih efektif agar penggunaan anggaran pembangunan menjadi lebih efisien.
“Kita membutuhkan pendekatan baru, baik pada pembangunan infrastruktur maupun jasa konsultansi, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat jangka panjang,” kata Gubernur Iqbal saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB yang digelar di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus momentum pemilihan kepengurusan baru INKINDO NTB.
Musprov turut dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah INKINDO dari berbagai wilayah Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan komitmen Pemprov NTB untuk terus mendorong pertumbuhan konsultan lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat, baik di daerah sendiri maupun di tingkat nasional dan internasional.
“Ayo kita tumbuh bersama melalui kolaborasi dan sinergi agar pembangunan daerah semakin kuat dan NTB mampu melangkah menuju visi Makmur Mendunia,” ajaknya.
Gubernur Iqbal menegaskan dunia jasa konsultansi daerah harus segera bertransformasi menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis.
Menurutnya, konsultan tidak lagi bisa bertahan dengan pola kerja konvensional, melainkan dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif, serta mampu bersaing hingga level global.
Gubernur Iqbal mengakui bahwa peran konsultan saat ini jauh lebih strategis dibanding sebelumnya.
Konsultan dinilai memiliki kontribusi besar dalam menentukan kualitas pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan permukiman, hingga pelayanan publik.
“Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Ia menilai kualitas perencanaan akan sangat menentukan efektivitas pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, Pemerintah Provinsi NTB juga mulai mendorong kolaborasi internasional bagi dunia konsultansi Indonesia.
Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memperkuat jejaring kerja sama antara INKINDO Indonesia dengan Turki.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka ruang pertukaran pengalaman, teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia konsultan lokal.
Menurutnya, kemampuan memahami karakter wilayah menjadi faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Gubernur Iqbal juga menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur di NTB yang masih kerap menghadapi persoalan kerusakan jalan hingga longsor.
Ia menilai, sebagian metode pembangunan yang digunakan belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi geografis daerah.
“Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menilai dunia konsultansi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.
Menurutnya, konsultan tidak cukup hanya berorientasi pada proyek, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.
“Semua kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPP INKINDO NTB, Lalu Karman Lutfi, menyoroti masih terbatasnya ruang bagi konsultan lokal, khususnya kelompok menengah dan kecil, dalam pembangunan daerah.
Melalui Musprov XI ini, INKINDO NTB diharapkan semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas SDM, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan global.(arz)

















