Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Segera Dibangun di Bima, Harapan Baru Anak Keluarga Kurang Mampu

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat mendampingi Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat mendampingi Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam rangka meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Pemerataan akses pendidikan di Pulau Sumbawa memasuki babak baru. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program pendidikan berasrama yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut digadang-gadang mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh realisasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan lahan hibah yang disiapkan khusus untuk program strategis nasional tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” tegas Gubernur Iqbal, usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau lokasi pembangunan, pada Jumat (29/5/2026).

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Lewat Vokasi, Astra Motor NTB Teken Perpanjangan MoU dengan Sekolah Binaan

Menurutnya, terdapat dua alternatif lahan yang saat ini sedang dikaji, masing-masing memiliki luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare.

Kedua lokasi tersebut dinilai cukup ideal untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang menjadi konsep utama Sekolah Rakyat.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan baru, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda NTB.

“Ini bukan sekadar membangun sekolah, tetapi membangun masa depan anak-anak NTB agar memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan mampu bersaing di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang turut meninjau lokasi menyebut kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan karena didukung ketersediaan lahan yang cukup luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” ujar Dody.

Meski demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah aspek teknis sebelum proses pembangunan dimulai.

Baca Juga :  Konteks dalam Group Chat WhatsApp

Beberapa tantangan yang menjadi perhatian meliputi akses jalan menuju lokasi, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan fasilitas penunjang di sekitar kawasan.

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah pusat dan Pemprov NTB terus melakukan koordinasi serta kajian kelayakan untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga kini, Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, masih menjadi lokasi prioritas dan memiliki peluang terbesar menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Bima diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB. Selain membuka akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas, program ini juga diharapkan mampu menjadi jalan bagi anak-anak daerah untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing.(arz)

Berita Terkait

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara
Nyaris Menyerah Saat Latihan, Santri SMA IT Dhiaul Fikri Kini Juara 1 Fahmil Quran MTQ XXXI NTB 2026

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:09 WIB

Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya

Berita Terbaru