Freedom Ship, Kota Terapung Raksasa yang Dirancang Jadi Rumah bagi 80.000 Orang di Tengah Laut

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Freedom Ship, kota terapung raksasa yang dirancang jadi rumah bagi 80.000 orang di tengah laut.

Freedom Ship, kota terapung raksasa yang dirancang jadi rumah bagi 80.000 orang di tengah laut.

LOMBOKTODAY.ID – Bayangkan tinggal di sebuah kota yang tidak pernah berhenti bergerak. Bukan berada di daratan, kota ini mengapung di atas lautan dan terus berlayar mengelilingi dunia sepanjang tahun.

Konsep futuristis tersebut dikenal dengan nama Freedom Ship, sebuah proyek kota terapung raksasa yang pertama kali diperkenalkan pada akhir 1990-an. Jika terwujud, Freedom Ship akan menjadi kapal terbesar yang pernah dibangun manusia.

Seperti dikutip dari Freedom Cruise Line International, Euronews (2026), Freedom Ship Overview, bahwa Freedom Ship dirancang memiliki panjang sekitar 1,6 kilometer, jauh melampaui ukuran kapal pesiar modern yang ada saat ini.

Dengan dimensi luar biasa tersebut, kota terapung ini diproyeksikan mampu menampung hingga 80.000 orang yang terdiri atas penduduk tetap, kru, hingga wisatawan.

Baca Juga :  Perda APBD Perubahan Kabupaten Lotim Tahun 2025 Disahkan

Tak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, Freedom Ship dirancang layaknya sebuah kota mandiri. Beragam fasilitas publik akan tersedia di dalamnya, mulai dari kawasan hunian, sekolah, rumah sakit, hotel, pusat perbelanjaan, restoran, museum, hingga stadion olahraga.

Konsep ini memungkinkan para penghuni untuk tinggal, bekerja, belajar, dan menikmati berbagai fasilitas hiburan tanpa harus meninggalkan kapal.

Dengan kata lain, seluruh kebutuhan hidup sehari-hari dapat dipenuhi dalam satu kawasan terapung yang terus bergerak melintasi samudra.

Karena ukurannya yang sangat besar, Freedom Ship tidak dirancang untuk bersandar di pelabuhan konvensional. Kapal ini direncanakan beroperasi sebagai kota mandiri yang terus berlayar dari satu kawasan dunia ke kawasan lainnya.

Baca Juga :  Biaya Jalan Rp5 Miliar per Km, Gubernur Iqbal Minta Konsultan NTB Lebih Cerdas

Untuk memenuhi kebutuhan energi seluruh fasilitas di dalamnya, proyek ini bahkan mengusulkan penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber daya utama.

Teknologi tersebut dinilai mampu menyediakan pasokan energi yang stabil selama perjalanan panjang mengelilingi dunia.

Meski terdengar seperti kisah dalam film fiksi ilmiah, hingga saat ini Freedom Ship masih sebatas konsep dan belum memasuki tahap pembangunan.

Namun demikian, dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai sekitar US$16 miliar, Freedom Ship tetap menjadi salah satu gagasan kota terapung paling ambisius yang pernah diajukan dalam sejarah rekayasa maritim modern.(ltn)

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok
Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak
Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim
Bukan Sekadar Pentas, NTB Siapkan Generasi Muda untuk Bawa Seni Budaya ke Panggung Dunia
Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Minggu, 6 September 2026 - 13:03 WIB

Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru

Sabtu, 5 September 2026 - 16:01 WIB

Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Kamis, 3 September 2026 - 14:05 WIB

Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim

Berita Terbaru