BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mendorong penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Samili, Tente, Kabupaten Bima, sebagai simpul distribusi bahan pokok sekaligus lokomotif ekonomi desa.
Langkah ini ditegaskan Gubernur Iqbal dalam kunjungan kerja pada Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas di Provinsi NTB.
Sejak berdiri pada Mei 2025, KDMP Samili telah menghimpun 600 anggota. Saat ini koperasi bergerak dalam distribusi beras dengan menggandeng penggilingan lokal serta penyaluran pupuk sekitar 10–15 sak.
Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk memastikan tata kelola distribusi bahan pokok melalui koperasi desa berjalan lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
“Koperasi ini harus menjadi unit usaha yang kuat, bukan sekadar lembaga sosial. Anggota koperasi harus mulai berbisnis. Kita ingin distribusi kebutuhan pokok dikuasai oleh koperasi desa agar ekonomi benar-benar berputar di desa,” tegas Gubernur Iqbal.
Kini, koperasi bukan lagi model lama yang kaku. Ia bisa bertransformasi menjadi entitas bisnis modern yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Dalam konteks ini, KDMP Samili diproyeksikan bukan hanya sebagai penyalur logistik, tetapi juga sebagai game changer ekonomi lokal—menghubungkan petani, distributor, hingga konsumen dalam satu rantai nilai yang efisien.
Pemprov NTB juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Pembangunan gerai koperasi, misalnya, dapat difasilitasi melalui dukungan TNI apabila terdapat kendala teknis di lapangan.
Jika keterbatasan lahan menjadi hambatan—terutama syarat minimal 10 are—alternatif lokasi dapat memanfaatkan lahan SMA atau SMK setempat melalui koordinasi lebih lanjut.
Dari sisi pembiayaan, angin segar datang melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank NTB Syariah dengan bunga 5,7 persen yang dijadwalkan efektif pada Juni mendatang.
Menariknya, bunga tersebut akan disubsidi oleh Pemprov NTB, sehingga koperasi dapat lebih fokus menyusun strategi bisnis dan ekspansi usaha. “Silakan manfaatkan KUR Bank NTB dengan bunga 5,7 persen. Mulai Juni, bunganya akan kita subsidi. Jadi koperasi tinggal menyusun kerangka bisnisnya dengan baik agar usaha ini benar-benar berjalan dan berkembang,” ujar Gubernur Iqbal.
Dengan dukungan regulasi, akses pembiayaan yang inklusif, serta kolaborasi lintas institusi, KDMP Samili diharapkan tumbuh sebagai pusat distribusi bahan pokok yang tangguh.
Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa—di mana nilai tambah tidak lagi mengalir keluar, melainkan berputar dan berkembang di tanah sendiri, dari Woha untuk NTB, bahkan untuk Indonesia.(ltn)

















