Gubernur NTB Akselerasi KDMP Tente sebagai Pusat Distribusi Bahan Pokok

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja ke KDMP Samili, Tente, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja ke KDMP Samili, Tente, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026).

BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mendorong penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Samili, Tente, Kabupaten Bima, sebagai simpul distribusi bahan pokok sekaligus lokomotif ekonomi desa.

Langkah ini ditegaskan Gubernur Iqbal dalam kunjungan kerja pada Selasa (3/3/2026), sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas di Provinsi NTB.

Sejak berdiri pada Mei 2025, KDMP Samili telah menghimpun 600 anggota. Saat ini koperasi bergerak dalam distribusi beras dengan menggandeng penggilingan lokal serta penyaluran pupuk sekitar 10–15 sak.

Ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk memastikan tata kelola distribusi bahan pokok melalui koperasi desa berjalan lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

“Koperasi ini harus menjadi unit usaha yang kuat, bukan sekadar lembaga sosial. Anggota koperasi harus mulai berbisnis. Kita ingin distribusi kebutuhan pokok dikuasai oleh koperasi desa agar ekonomi benar-benar berputar di desa,” tegas Gubernur Iqbal.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tegaskan Peningkatan PAD Harus Sejalan dengan Pelestarian Lingkungan

Kini, koperasi bukan lagi model lama yang kaku. Ia bisa bertransformasi menjadi entitas bisnis modern yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Dalam konteks ini, KDMP Samili diproyeksikan bukan hanya sebagai penyalur logistik, tetapi juga sebagai game changer ekonomi lokal—menghubungkan petani, distributor, hingga konsumen dalam satu rantai nilai yang efisien.

Pemprov NTB juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Pembangunan gerai koperasi, misalnya, dapat difasilitasi melalui dukungan TNI apabila terdapat kendala teknis di lapangan.

Jika keterbatasan lahan menjadi hambatan—terutama syarat minimal 10 are—alternatif lokasi dapat memanfaatkan lahan SMA atau SMK setempat melalui koordinasi lebih lanjut.

Dari sisi pembiayaan, angin segar datang melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank NTB Syariah dengan bunga 5,7 persen yang dijadwalkan efektif pada Juni mendatang.

Baca Juga :  Hadiri Maulid dan Do'a Kebangsaan di Palembang, Ketua DPD RI: Stabilitas Keamanan Syarat Kemajuan Bangsa

Menariknya, bunga tersebut akan disubsidi oleh Pemprov NTB, sehingga koperasi dapat lebih fokus menyusun strategi bisnis dan ekspansi usaha. “Silakan manfaatkan KUR Bank NTB dengan bunga 5,7 persen. Mulai Juni, bunganya akan kita subsidi. Jadi koperasi tinggal menyusun kerangka bisnisnya dengan baik agar usaha ini benar-benar berjalan dan berkembang,” ujar Gubernur Iqbal.

Dengan dukungan regulasi, akses pembiayaan yang inklusif, serta kolaborasi lintas institusi, KDMP Samili diharapkan tumbuh sebagai pusat distribusi bahan pokok yang tangguh.

Lebih dari itu, koperasi ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa—di mana nilai tambah tidak lagi mengalir keluar, melainkan berputar dan berkembang di tanah sendiri, dari Woha untuk NTB, bahkan untuk Indonesia.(ltn)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru