LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Kualitas layanan kesehatan di tingkat desa tidak hanya bergantung pada fasilitas dan tenaga kesehatan. Di balik aktivitas Posyandu, ada para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat.
Peran tersebut yang coba diperkuat Astra Motor NTB melalui kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kader Posyandu di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat, belum lama ini.
Sebanyak 55 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas kader Posyandu dari tujuh dusun di Desa Bengkaung, kepala dusun dari masing-masing wilayah, serta aparatur Pemerintah Desa Bengkaung.
Pelibatan lintas unsur itu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Penguatan kapasitas kader dinilai tidak cukup hanya melalui peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa dan lingkungan kewilayahan agar dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Melalui pelatihan ini, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan pelayanan Posyandu.
Materi tidak hanya membahas tugas kader secara umum, tetapi juga menyentuh sejumlah aspek penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Materi yang diberikan antara lain mengenai peran dan fungsi kader Posyandu, pelaksanaan pelayanan Posyandu, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pencegahan masalah kesehatan, hingga komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.
Pendekatan pelatihan juga dibuat tidak monoton.
Para peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi diajak mengikuti diskusi, tanya jawab, simulasi, serta praktik.
Pola tersebut diharapkan membuat kader lebih mudah memahami materi sekaligus memiliki gambaran mengenai penerapannya ketika kembali menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Bagi masyarakat desa, keberadaan kader dengan kemampuan yang memadai memiliki arti penting. Kader menjadi salah satu pihak yang berinteraksi langsung dengan warga dalam berbagai kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Karena itu, peningkatan kapasitas kader dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat layanan promotif dan preventif, terutama dalam hal pemantauan kondisi ibu dan anak, pertumbuhan balita, pemenuhan kebutuhan gizi, serta edukasi kesehatan kepada keluarga.
Adm Fin Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Menurut dia, kontribusi perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas bisnis, tetapi juga lewat program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Astra Motor NTB memiliki kepedulian terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan kader Posyandu ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kapasitas para kader sehingga semakin siap dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat,” ujar Ivan.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi antarpihak. Sinergi antara kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
“Kami juga berharap sinergi antara kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Kegiatan di Desa Bengkaung juga menunjukkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Kader Posyandu berada di garis depan dalam menjangkau masyarakat. Sementara itu, pemerintah desa memiliki peran dalam menciptakan dukungan di tingkat wilayah.
Kolaborasi keduanya menjadi semakin penting agar pelayanan kesehatan dasar dapat berjalan secara berkesinambungan.
Bagi Astra Motor NTB, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.
Program penguatan kader Posyandu juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diteruskan dalam praktik pelayanan di masing-masing dusun.
Dengan melibatkan kader dari tujuh dusun sekaligus unsur pemerintah desa dan kepala dusun, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas kader bukan sekadar meningkatkan kemampuan individu. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi investasi untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Astra Motor NTB pun berharap kolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat dapat terus berkembang melalui berbagai program sosial kemasyarakatan lainnya.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat NTB, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.(arz)

















