Mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram Launching Pure Soy Milk dan Bolu Jagung, Olah Potensi Pertanian Desa Tempos Jadi Produk Bernilai Tambah

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram 2026, di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Suasana mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram 2026, di Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Kedelai dan jagung selama ini dikenal sebagai komoditas pertanian yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 4 Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram 2026, dua bahan pangan tersebut coba diberi nilai tambah melalui inovasi produk olahan.

Mahasiswa KKN Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, meluncurkan Pure Soy Milk (bubuk kedelai) dan Bolu Jagung sebagai contoh produk yang dapat dikembangkan dari potensi pertanian lokal.

Launching dua produk tersebut berlangsung di Wisata Mewah (Mepet Sawah) Desa Tempos, pada Minggu (13/9/2026).

Program ini menjadi bagian dari kegiatan KKN yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui pengolahan pangan.

Mahasiswa tidak hanya melihat kedelai dan jagung sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bahan baku yang masih dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan nilai guna berbeda.

Ketua KKN Kelompok 4 UNW Mataram 2026 Desa Tempos, M. Ramdani Irwan, mengatakan ide tersebut berangkat dari keinginan mahasiswa untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan hasil pertanian kepada masyarakat.

“Kami melihat bahwa kedelai dan jagung memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Karena itu, kami mencoba membuat Pure Soy Milk (bubuk kedelai) dan bolu jagung sebagai contoh produk yang bisa dikembangkan dari bahan yang ada di desa,” jelas Ramdani.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berfokus pada menghasilkan produk selama pelaksanaan KKN.

Lebih dari itu, mahasiswa ingin memberikan gambaran bahwa hasil pertanian lokal dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Resep Diserahkan kepada Masyarakat

Berbeda dengan kegiatan pelatihan dalam skala besar, launching produk tersebut dilakukan dengan memberikan resep Pure Soy Milk dan Bolu Jagung kepada perwakilan masyarakat.

Baca Juga :  Sukses Tambah Pelanggan Jadi Kunci Membaiknya Kinerja PLN 2023

Mahasiswa KKN turut menjelaskan secara langsung bahan-bahan yang digunakan serta tahapan pembuatan kedua produk tersebut.

Langkah ini diharapkan membuat masyarakat tidak hanya melihat hasil akhir produk, tetapi juga memiliki acuan apabila ingin mencoba membuatnya kembali secara mandiri.

Salah seorang masyarakat Desa Tempos yang hadir, Bi Ani, menyambut baik inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN.

Menurutnya, pengolahan kedelai dan jagung menjadi produk berbeda dapat membuka pilihan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan hasil pertanian.

“Menurut saya bagus, karena hasil pertanian seperti kedelai dan jagung bisa diolah menjadi makanan atau produk yang berbeda. Jadi masyarakat bisa memiliki pilihan lain dalam memanfaatkan hasil pertanian,” ungkap Bi Ani.

Ia juga menilai resep yang diberikan mahasiswa dapat dicoba kembali oleh masyarakat di rumah.

“Resep yang diberikan bisa dicoba kembali di rumah. Kalau hasilnya bagus dan banyak yang suka, mungkin bisa dikembangkan lagi,” tambahnya.

Pure Soy Milk dan Bolu Jagung Jadi Contoh Produk Olahan

Pure Soy Milk atau bubuk kedelai menjadi salah satu produk yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Produk ini dibuat melalui proses pengolahan kedelai hingga menjadi bentuk bubuk.

Pengolahan tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan kedelai sebagai bahan pangan yang masih dapat dikreasikan lebih lanjut menjadi berbagai produk.

Sementara itu, Bolu Jagung menjadi inovasi pengolahan jagung dalam bentuk makanan ringan. Produk tersebut menunjukkan alternatif pemanfaatan jagung tidak hanya sebagai bahan pangan dalam bentuk olahan sederhana, tetapi juga sebagai bahan dasar makanan dengan bentuk yang berbeda.

Baca Juga :  Menjaga Kerja Sama yang Baik, Bupati Lotim Minta Wartawan Menulis Secara Obyektif

Ramdani mengatakan, kedua produk yang diperkenalkan tersebut masih terbuka untuk dikembangkan.

Pengembangan dapat dilakukan mulai dari variasi produk, cita rasa, kemasan hingga strategi pemasaran.

“Produk yang kami launching ini tentunya masih bisa dikembangkan. Kami berharap masyarakat nantinya bisa melakukan inovasi sendiri, baik dari rasa, kemasan, maupun cara pemasarannya,” jelas Ramdani.

Harap Berlanjut Setelah KKN Selesai

Launching Pure Soy Milk dan Bolu Jagung di Wisata Mewah Desa Tempos menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN dalam mempertemukan potensi pertanian lokal dengan kreativitas pengolahan pangan.

Bagi mahasiswa, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya launching. Hal yang lebih penting adalah apakah pengetahuan dan resep yang diberikan dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah masa KKN berakhir.

Ramdani menyebut keterbatasan waktu pelaksanaan KKN membuat mahasiswa lebih memprioritaskan pemberian pengetahuan dan resep yang dapat diterapkan kembali oleh masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti ketika program KKN selesai. Meskipun yang kami berikan masih sederhana, semoga bisa menjadi awal bagi masyarakat untuk mencoba dan mengembangkan produk berbasis potensi Desa Tempos,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram berharap masyarakat Desa Tempos semakin melihat potensi yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk baru.

Kedelai dan jagung, dengan demikian, tidak berhenti sebagai hasil pertanian. Keduanya dapat menjadi titik awal bagi masyarakat untuk mencoba inovasi pangan yang lebih beragam dan berpotensi memiliki nilai guna serta nilai ekonomi.(ltn)

Berita Terkait

September Makin HEPI, Astra Motor NTB Tebar Promo Honda dengan Potongan Angsuran hingga Rp200 Ribu
Perubahan APBD NTB 2026 Disepakati, Defisit Rp369 Miliar di Tengah Tekanan Fiskal
Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai
ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong
Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:01 WIB

September Makin HEPI, Astra Motor NTB Tebar Promo Honda dengan Potongan Angsuran hingga Rp200 Ribu

Sabtu, 19 September 2026 - 12:06 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram Launching Pure Soy Milk dan Bolu Jagung, Olah Potensi Pertanian Desa Tempos Jadi Produk Bernilai Tambah

Jumat, 18 September 2026 - 15:03 WIB

Perubahan APBD NTB 2026 Disepakati, Defisit Rp369 Miliar di Tengah Tekanan Fiskal

Rabu, 16 September 2026 - 16:01 WIB

Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM

Berita Terbaru