Jamnas APWI IV di NTB Dibuka Ketua Umum, Wagub Dorong Gagasan Widyaiswara Jadi Perubahan Nyata

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pembukaan Jamnas APWI IV pada Sabtu pagi, 19 September 2026, hingga Gala Dinner yang digelar pada malam harinya, di Hotel Lombok Garden, Mataram.

Suasana pembukaan Jamnas APWI IV pada Sabtu pagi, 19 September 2026, hingga Gala Dinner yang digelar pada malam harinya, di Hotel Lombok Garden, Mataram.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Jambore Nasional (Jamnas) Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) ke-4 Tahun 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa satu pesan kuat: pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang diskusi, tetapi harus diterjemahkan menjadi inovasi dan perubahan nyata dalam birokrasi.

Pesan tersebut mengemuka sejak pembukaan Jamnas APWI IV pada Sabtu pagi, 19 September 2026, hingga Gala Dinner yang digelar pada malam harinya, di Hotel Lombok Garden, Mataram.

Jamnas APWI IV berlangsung selama tiga hari, 19–21 September 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum DPP APWI, Sugihardjo, dan diikuti para widyaiswara dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembukaan Jamnas diawali dengan Tari Tembolak Beak. Tarian penyambutan tersebut menjadi bagian dari prosesi penerimaan peserta yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air sekaligus memberi nuansa khas NTB pada perhelatan nasional tersebut.

Mengusung tema “Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul untuk Birokrasi Adaptif dan Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045”, Jamnas APWI IV menempatkan widyaiswara pada posisi yang semakin strategis dalam menghadapi perubahan birokrasi.

Ketua Umum DPP APWI, Sugihardjo menekankan, perkembangan teknologi, digitalisasi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat membuat peran widyaiswara tidak lagi cukup dijalankan dalam pola pengajaran konvensional.

Widyaiswara dituntut berkembang menjadi agen pembelajar sekaligus katalisator inovasi yang mampu mendorong peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Dengan demikian, peran widyaiswara tidak berhenti pada transfer pengetahuan. Mereka juga dituntut mampu membantu ASN memahami perubahan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menerjemahkan pembelajaran menjadi peningkatan kinerja organisasi.

Besarnya gagasan yang dibawa dalam Jamnas APWI IV terlihat dari jumlah karya yang dipresentasikan peserta.

Baca Juga :  Diduga Dimintai Uang oleh Oknum Polisi, Terlapor Kasus Penipuan Tanah Akhirnya Buka Suara

Tercatat sebanyak 114 peserta mengikuti Jamnas APWI IV dengan membawa 170 karya inovasi dan kreativitas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 63 peserta hadir secara luring dengan 99 karya, sementara 52 peserta mengikuti kegiatan secara daring dengan 71 karya.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa forum profesi widyaiswara tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan, inovasi, pengalaman, dan praktik pembelajaran aparatur dari berbagai daerah.

Rangkaian kegiatan Jamnas APWI IV juga didahului Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Widyaiswara.

Sebanyak 101 artikel dan naskah masuk dalam proses seleksi. Dari jumlah tersebut, 98 naskah dinyatakan lolos.

Kehadiran puluhan hingga ratusan karya tersebut memperkuat posisi Jamnas APWI IV sebagai forum pertukaran pengetahuan sekaligus ruang untuk menguji gagasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kompetensi ASN dan birokrasi.

Makna Jamnas APWI IV kemudian diperdalam dalam Gala Dinner yang berlangsung Sabtu malam di Hotel Lombok Garden.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, hadir menyambut peserta dan pengurus APWI dalam agenda tersebut.

Dalam sambutannya, Wagub NTB yang akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa menjadi tuan rumah Jamnas APWI IV bukan semata-mata tentang menyediakan tempat bagi berlangsungnya kegiatan nasional.

Lebih dari itu, NTB ingin menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk berbagi gagasan, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang lahirnya kerja bersama.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan tantangan birokrasi saat ini. Perubahan teknologi membuat pemerintah dituntut bekerja lebih cepat dan adaptif.

Namun, kecepatan tersebut tetap perlu berjalan beriringan dengan ketepatan, integritas, sisi kemanusiaan, serta keberpihakan kepada masyarakat.

Dalam konteks itulah, peran widyaiswara menjadi penting. Widyaiswara bukan hanya berperan mengajarkan ASN bagaimana menjalankan pekerjaan, tetapi juga membantu aparatur memahami perubahan yang sedang berlangsung, membaca tantangan yang akan datang, dan menentukan bagaimana organisasi dapat merespons perubahan tersebut.

Baca Juga :  Sinta Agathia Resmi Pimpin YKI NTB 2026–2031, Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Kanker

Bagi NTB, penguatan kapasitas aparatur juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Pemerintahan yang adaptif membutuhkan ASN yang memiliki kemauan untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, mampu berinovasi, dan dapat membangun kolaborasi lintas sektor maupun daerah.

Karena itu, Umi Dinda berharap pelaksanaan Jamnas APWI IV tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut selesai.

Gagasan yang diperoleh selama forum diharapkan dibawa kembali oleh peserta ke lingkungan kerja masing-masing. Begitu pula dengan praktik baik yang berkembang di satu daerah, dapat dipelajari dan dikembangkan di daerah lainnya.

“Bawa pulang gagasannya, bawa pulang praktik baiknya, bawa pulang jejaringnya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk melakukan perubahan,” pesan Umi Dinda.

Pesan tersebut sekaligus menjadi benang merah Jamnas APWI IV di NTB. Forum nasional ini tidak sekadar mempertemukan para widyaiswara, tetapi berupaya memastikan pengetahuan dan inovasi yang lahir dari forum dapat bergerak menuju implementasi.

Sebab, ukuran keberhasilan sebuah forum tidak hanya terletak pada banyaknya peserta, jumlah karya, maupun gagasan yang dipresentasikan.

Lebih jauh, keberhasilannya akan terlihat dari seberapa banyak gagasan tersebut benar-benar dibawa pulang, diterapkan di lingkungan kerja, dikembangkan menjadi praktik baik, dan pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas ASN, birokrasi, serta pelayanan publik kepada masyarakat.

Dari NTB, Jamnas APWI IV pun membawa pesan sederhana: gagasan akan memiliki arti ketika berani diterjemahkan menjadi perubahan.(arz)

Berita Terkait

Gubernur NTB Siapkan Orasi Ilmiah di Puncak Jamnas APWI IV, Soroti Masa Depan ASN di Era AI
Musim Kemarau Bikin Motor Lebih Berat Bekerja, Honda Ingatkan Pentingnya Perawatan Berkala
Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB
MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 15:03 WIB

Gubernur NTB Siapkan Orasi Ilmiah di Puncak Jamnas APWI IV, Soroti Masa Depan ASN di Era AI

Minggu, 20 September 2026 - 14:07 WIB

Musim Kemarau Bikin Motor Lebih Berat Bekerja, Honda Ingatkan Pentingnya Perawatan Berkala

Minggu, 20 September 2026 - 08:02 WIB

Jamnas APWI IV di NTB Dibuka Ketua Umum, Wagub Dorong Gagasan Widyaiswara Jadi Perubahan Nyata

Rabu, 16 September 2026 - 15:04 WIB

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Berita Terbaru