MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Hubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Rumania mulai bergerak dari diplomasi seremonial menuju penjajakan kerja sama yang lebih konkret.
Energi baru terbarukan (EBT), pendidikan, pertambangan, perindustrian, kesehatan hingga pembentukan sister province masuk dalam agenda yang dibahas kedua pihak.
Penjajakan itu mengemuka saat Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menerima Duta Besar Rumania untuk Indonesia, H.E. Dan Adrian Balanescu, di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (28/9/2026).
Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan energi baru terbarukan. NTB tengah menyiapkan target peningkatan kapasitas energi terbarukan dalam lima tahun mendatang.
Gubernur Iqbal mengatakan NTB menargetkan kapasitas energi terbarukan mencapai sedikitnya 1,5 gigawatt (GW) dalam lima tahun ke depan.
“Kami sangat fokus pada pengembangan EBT. Target kami menyediakan paling tidak 1,5 GW dalam waktu lima tahun ke depan. Saat ini, bauran energi kami salah satu yang tertinggi di Indonesia yaitu 25 persen,” ujar Gubernur Iqbal.
Tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) menjadi bagian dari sumber energi yang tengah dikembangkan NTB.
Potensi tersebut sekaligus membuka ruang kerja sama dengan Rumania, terutama dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, teknologi, hingga peluang investasi sesuai kewenangan masing-masing.
Namun, pembicaraan NTB dan Rumania tidak berhenti pada sektor energi.
Sejumlah bidang lain turut masuk dalam penjajakan, mulai dari pendidikan, pertambangan, perindustrian, pertanian, manajemen air hingga kesehatan.
Kerja sama lintas sektor itu dinilai dapat membuka peluang hubungan yang lebih luas, bukan hanya antara pemerintah daerah dan pemerintah Rumania, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi, tenaga profesional, pelaku usaha hingga masyarakat.
Dimensi kerja sama semakin diperluas melalui tawaran pembentukan sister province antara NTB dan salah satu provinsi di Rumania.
Gubernur Iqbal menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki kerja sama dengan Provinsi Iași.
Pilihan terhadap Iași bukan tanpa alasan. Menurut Iqbal, wilayah tersebut memiliki kedekatan historis dan kultural dengan Rumania.
Selain itu, terdapat hubungan dengan Indonesia melalui alumni Universitas Alexandru Ioan Cuza, terutama dari bidang kesehatan.
“Dalam hal kultur kami lebih dekat dengan Iași. Di Indonesia juga banyak alumni Universitas Alexandru Ioan Cuza, khususnya pada jurusan kesehatan,” jelasnya.
Jika penjajakan tersebut berlanjut, hubungan NTB dan Rumania berpotensi berkembang melampaui kerja sama antarpemerintah.
Hubungan antarmasyarakat, perguruan tinggi, tenaga profesional dan dunia usaha juga dapat menjadi bagian dari jejaring kerja sama tersebut.
Dalam pertemuan itu, Duta Besar Rumania juga menyampaikan rencana pembukaan Konsulat Kehormatan Rumania di NTB.
Kehadiran konsulat tersebut diharapkan menjadi salah satu penghubung untuk memperkuat komunikasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama antara pelaku usaha NTB dan Rumania.
Dengan adanya penghubung di daerah, komunikasi dan penjajakan peluang ekonomi diharapkan tidak hanya berlangsung melalui pertemuan diplomatik, tetapi dapat berkembang ke hubungan yang lebih langsung di tingkat daerah.
Selain ekonomi dan investasi, diplomasi budaya turut mendapat ruang.
Kedutaan Besar Rumania ditawarkan untuk berpartisipasi dalam rangkaian perayaan HUT ke-68 Provinsi NTB yang akan berlangsung pada 17–19 Desember mendatang.
Rumania dipersilakan menghadirkan stan budaya dan kuliner, termasuk demonstrasi memasak makanan khas serta pertunjukan budaya.
Keterlibatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat NTB untuk mengenal lebih dekat budaya Rumania. Di sisi lain, agenda tersebut juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB kepada masyarakat internasional.
Pertemuan NTB dan Rumania kali ini menunjukkan upaya pemerintah daerah memperluas diplomasi daerah ke sektor-sektor yang memiliki potensi tindak lanjut.
Dari target pengembangan energi bersih sebesar 1,5 GW, peluang kerja sama pendidikan dan ekonomi, penjajakan sister province dengan Iași, hingga rencana Konsulat Kehormatan Rumania, hubungan kedua pihak mulai diarahkan pada agenda yang lebih beragam.
Tantangannya kini bukan lagi sekadar membuka pintu hubungan, tetapi memastikan berbagai peluang tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja sama yang konkret, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi masyarakat NTB.(arz)
















