HKB 2026 di NTB: Dari Senam Tangguh hingga Platform Digital, Warga Diajak Lebih Siap Hadapi Bencana

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dipusatkan di kawasan Car Free Day, Jalan Udayana Mataram, Minggu (26/4/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dipusatkan di kawasan Car Free Day, Jalan Udayana Mataram, Minggu (26/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung meriah sekaligus edukatif.

Digelar di kawasan Car Free Day Jalan Udayana, Mataram, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya siaga bencana di tengah masyarakat.

Acara yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB ini dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

“Kita tidak bisa menghentikan bencana, tapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Kesiapsiagaan adalah investasi keselamatan,” tegasnya.

Sebagai wilayah yang rawan gempa bumi, banjir, kekeringan, hingga erupsi gunung api, NTB membutuhkan strategi berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang tangguh.

Karena itu, HKB tidak sekadar seremoni, tetapi juga ruang edukasi publik dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, pelajar, hingga organisasi masyarakat, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana NTB dan dukungan program Program SIAP SIAGA.

Baca Juga :  Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Apresiasi Personel Berprestasi

Rangkaian acara dibuka dengan “Senam Tangguh” yang diikuti ratusan peserta. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi simbol kesiapan fisik dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Setelah itu, berbagai sosialisasi digelar, salah satunya pengenalan platform digital SIK SiAGA NTB. Platform ini memungkinkan masyarakat mengakses informasi bencana secara cepat, mulai dari peringatan dini hingga langkah mitigasi.

Kepala BPBD NTB, Sadimin, menegaskan pentingnya akses informasi yang tepat waktu.

“Informasi yang cepat dan akurat bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Program Desa Tangguh Bencana juga menjadi sorotan utama. Program ini mendorong masyarakat desa untuk mampu mengelola risiko bencana secara mandiri melalui perencanaan, relawan lokal, dan rencana kontinjensi.

Selain itu, kajian ketangguhan pulau kecil turut diperkenalkan. Sejumlah wilayah seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, hingga Pulau Moyo dan Pulau Bungin telah menjadi lokasi studi untuk memperkuat ketahanan berbasis wilayah kepulauan.

Upaya kesiapsiagaan juga menekankan aspek inklusif melalui sosialisasi dari Unit Layanan Disabilitas BPBD NTB. Program ini memastikan penyandang disabilitas mendapatkan perlindungan dan layanan yang sesuai saat bencana terjadi.

Baca Juga :  Afasia Broca sebagai Gangguan Produksi Bahasa

“Kita harus memastikan tidak ada yang tertinggal,” kata Sri Sukarni.

Peringatan HKB 2026 juga dimeriahkan dengan pameran literasi kebencanaan. Berbagai media edukatif seperti komik, buku, hingga permainan interaktif ditampilkan untuk meningkatkan pemahaman, terutama bagi anak-anak.

Tak hanya itu, kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis turut digelar, memperkuat aspek kesiapan fisik masyarakat.

Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang acara, menandakan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Menutup kegiatan, Gubernur NTB kembali menegaskan bahwa membangun budaya siaga adalah proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“HKB bukan sekadar peringatan, tapi pengingat bahwa kita harus selalu siap,” ujarnya.

Melalui HKB 2026, Pemerintah Provinsi NTB berharap mampu memperkuat sistem penanggulangan bencana yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan—demi meminimalkan risiko dan melindungi lebih banyak nyawa.(arz)

Berita Terkait

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB