LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Musibah kebakaran yang melanda kawasan cagar budaya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Di tengah situasi darurat yang dihadapi warga, Bank NTB Syariah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan berupa air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat, khususnya mereka yang terdampak dan harus menjalani aktivitas di lokasi pengungsian.
Langkah cepat ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial Bank NTB Syariah terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi jaringan kantor Bank NTB Syariah, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, serta menyesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Adat Sade.
Ia mengatakan, Bank NTB Syariah tidak hanya melihat penyaluran bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai bagian dari komitmen untuk hadir bersama masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.
“Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade,” kata Nazaruddin.
Menurutnya, bantuan air bersih dan paket sembako disalurkan untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak selama masa darurat.
“Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan kami, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian,” ujarnya.
Nazaruddin menjelaskan, proses distribusi bantuan melibatkan unit kerja Bank NTB Syariah yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. KC Praya dan KCP Pujut berkoordinasi untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Selain koordinasi internal, Bank NTB Syariah juga terus membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah serta tokoh masyarakat setempat.
Sinergi tersebut dinilai penting agar penanganan kondisi darurat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi dapat berlanjut menuju proses pemulihan masyarakat dan kawasan Desa Adat Sade.
“Penyaluran bantuan ini kami jalankan melalui koordinasi antara Kantor Cabang Praya dan Kantor Cabang Pembantu Pujut sebagai unit kerja terdekat di wilayah operasional kami,” kata Nazaruddin.
Ia menambahkan, Bank NTB Syariah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik,” sambungnya.
Bantuan yang disalurkan Bank NTB Syariah mencakup pasokan air bersih dan paket sembako. Dua kebutuhan tersebut menjadi perhatian penting dalam situasi pascakebakaran, terutama ketika masyarakat masih berada dalam kondisi darurat.
Ketersediaan air bersih dibutuhkan bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga menunjang kebutuhan sanitasi warga. Sementara paket sembako diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat terdampak.
Dengan demikian, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan langsung bagi warga selama masa penanganan darurat berlangsung.
Musibah kebakaran di kawasan Desa Adat Sade tidak hanya berdampak terhadap kehidupan masyarakat, tetapi juga menyentuh kawasan yang memiliki nilai budaya dan menjadi salah satu identitas penting Lombok Tengah.
Karena itu, penanganan pascakebakaran membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.
Bank NTB Syariah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Dukungan lanjutan akan dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan proses pemulihan.
Kehadiran bantuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu warga melewati masa sulit sekaligus mendukung pemulihan kawasan Desa Adat Sade setelah musibah kebakaran.
Bagi Bank NTB Syariah, respons cepat terhadap kondisi masyarakat menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir tidak hanya dalam aktivitas layanan perbankan, tetapi juga dalam momentum sosial yang membutuhkan kepedulian dan gotong royong.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, tokoh setempat, dan dunia usaha, proses pemulihan di kawasan Desa Adat Sade diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.(arz)

















