Gubernur Iqbal Ajak Koperasi Naik Kelas: Punya Bisnis Nyata, Bukan Sekadar Gerai

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026).

KOTA BIMA, LOMBOKTODAY.ID — Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa lewat koperasi yang adaptif, produktif, dan berbasis bisnis nyata. Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, pada Senin (2/3/2026).

Bagi Gubernur Iqbal, koperasi masa kini tidak cukup hanya hadir sebagai simbol atau sekadar memiliki gerai. Koperasi harus tumbuh sebagai entitas bisnis yang sehat, terukur, dan mampu bersaing di pasar.

“Kita akan bantu susun rencana bisnisnya supaya bisa mengakses pinjaman perbankan. Yang paling penting koperasi ini punya bisnis, bukan sekadar punya gerai,” tegasnya.

Menurut Gubernur Iqbal, persoalan klasik sektor pertanian di Nusa Tenggara Barat adalah panjangnya rantai distribusi. Hasil panen petani kerap berpindah dari satu perantara ke perantara lain sebelum tiba di pasar, sehingga margin keuntungan di tingkat petani menjadi minim.

Melalui koperasi yang kuat dan terorganisasi, rantai distribusi itu dapat dipangkas. Petani bisa menjual langsung hasil produksinya ke pembeli akhir atau pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Komite III DPD RI Tekankan Program Deworming untuk Cegah Berulangnya Kasus Cacingan Balita

“Kalau koperasi kuat dan terkonsolidasi, mereka bisa ikut menentukan harga. Ini yang akan meningkatkan nilai tukar petani sekaligus menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian,” ujarnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk mengembalikan daya tarik pertanian sebagai sektor yang menjanjikan, bukan lagi dipandang sebagai pilihan terakhir.

Gubernur Iqbal juga mendorong desa-desa mengembangkan usaha produktif yang realistis dan berkelanjutan. Beberapa model yang disebutkannya antara lain peternakan ayam petelur skala rumah tangga yang dikelola kolektif, serta budidaya hortikultura menggunakan sistem rumah kaca (greenhouse).

Dengan manajemen kolektif melalui koperasi, satu desa berpotensi memproduksi ribuan butir telur per minggu. Produk tersebut kemudian dipasarkan secara terintegrasi sehingga memberi nilai tambah bagi anggota.

Hal serupa berlaku untuk komoditas seperti cabai dan sayuran konsumsi harian yang permintaannya stabil dan tinggi. Model greenhouse dinilai mampu menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, sekaligus menyesuaikan dengan tantangan perubahan iklim.

“Saat ini sebagian besar kebutuhan pangan NTB masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, penguatan ekosistem produksi lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Iqbal.

Baca Juga :  Bincang Kamisan Perdana Pemprov NTB Bahas Event PGAWC 2025

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, lanjutnya, akan memberikan pendampingan dalam penyusunan rencana bisnis serta membantu membuka akses pembiayaan melalui perbankan. Dukungan teknologi juga menjadi bagian dari strategi agar koperasi mampu beroperasi lebih efisien dan transparan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota sebagai bentuk dukungan konkret percepatan operasional dan pengembangan usaha.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa bukan agenda politik sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kalau urusan politik, kita bicarakan pada tempatnya. Tapi urusan ekonomi rakyat, ini yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Dengan pendekatan bisnis yang terstruktur, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, koperasi diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.(ltn)

Berita Terkait

Sekjen APKLI Saiful Chaniago Optimis Kepemimpinan Presiden Prabowo Mampu Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Lewat Ekonomi Kerakyatan
September Makin HEPI, Astra Motor NTB Tebar Promo Honda dengan Potongan Angsuran hingga Rp200 Ribu
Mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram Launching Pure Soy Milk dan Bolu Jagung, Olah Potensi Pertanian Desa Tempos Jadi Produk Bernilai Tambah
Perubahan APBD NTB 2026 Disepakati, Defisit Rp369 Miliar di Tengah Tekanan Fiskal
Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai
ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

Sekjen APKLI Saiful Chaniago Optimis Kepemimpinan Presiden Prabowo Mampu Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Lewat Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 20 September 2026 - 13:01 WIB

September Makin HEPI, Astra Motor NTB Tebar Promo Honda dengan Potongan Angsuran hingga Rp200 Ribu

Sabtu, 19 September 2026 - 12:06 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 4 UNW Mataram Launching Pure Soy Milk dan Bolu Jagung, Olah Potensi Pertanian Desa Tempos Jadi Produk Bernilai Tambah

Jumat, 18 September 2026 - 15:03 WIB

Perubahan APBD NTB 2026 Disepakati, Defisit Rp369 Miliar di Tengah Tekanan Fiskal

Rabu, 16 September 2026 - 16:01 WIB

Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai

Berita Terbaru