JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Sekretaris Jenderal DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, menyatakan optimisme penuh bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% melalui penguatan ekonomi kerakyatan yang saat ini sudah dijalankan secara nyata dan revolusioner.
Optimisme tersebut disampaikan Saiful Chaniago menjelang Pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih pada 17 Oktober 2026 di Jakarta, dengan tema ”APKLI Merah Putih Bersama UKM PKL Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto”.
“Kami di APKLI Merah Putih melihat, merasakan, dan terlibat langsung. Program ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo bukan wacana. Sudah jalan, sudah dirasakan PKL dan UMKM. Karena itu kami optimis 8% pasti tercapai,” tegas Saiful Chaniago.
4 Pilar Ekonomi Kerakyatan Presiden Prabowo yang Jadi Bukti Nyata:
1. Makan Bergizi Gratis (MBG) – Mesin Pertumbuhan Desa
“MBG adalah revolusi ekonomi kerakyatan terbesar. Bayangkan, perputaran Rp 400 triliun per tahun langsung ke desa. Telur dibeli dari peternak lokal, ayam dari peternak kecil, sayur dari petani, yang masak UMKM kuliner dan PKL. Anak dapat gizi, ekonomi rakyat bergerak, stunting turun. Inilah multiplier effect yang sumbang 0,5-1% pertumbuhan ekonomi. APKLI Merah Putih mengawal MBG agar bahan bakunya dari PKL-UKM,” jelas Saiful.
2. Kampung Nelayan Merah Putih – Kedaulatan Laut untuk Rakyat
“Selama puluhan tahun nelayan hanya jadi penonton di lautnya sendiri. Hasil tangkap dijual murah ke tengkulak. Kini melalui Kampung Nelayan Merah Putih, nelayan dapat kapal, cold storage, akses BBM, akses modal Koperasi Merah Putih, dan rantai pasok langsung ke pasar rakyat dan program MBG. Harga ikan naik, nelayan sejahtera. Ini hilirisasi sektor kelautan,” ujarnya.
Saiful menambahkan, APKLI Merah Putih dengan 5 juta anggota yang bergerak di kuliner seafood dan pasar ikan sangat diuntungkan program ini.
3. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP/KDKMP) – Pemutus Rentenir dan Ijon
“Ini yang paling dirindukan PKL-UKM. KDMP adalah benteng ekonomi rakyat. Selama ini PKL pinjam ke rentenir bunga 20% sebulan. Dengan KDMP fokus kredit produktif sesuai arahan Menkop Ferry Yuliantono, PKL bisa pinjam untuk gerobak, kompor, kulkas, modal dagang dengan bunga murah dan pendampingan. Ini bukan kredit konsumtif yang bikin macet, ini kredit produktif yang bikin omzet naik 2-3 kali lipat,” tegas Sekjen APKLI.
Saiful menyebut KDMP harus menjadi mitra strategis warung kelontong, pasar rakyat, pasar malam, bazar, bukan pesaing. Skema Grosir Nusantara 5 akan integrasikan KDMP dengan pasar rakyat.
4. Kebijakan Pro Rakyat Kecil Lainnya – BPN, Sekolah Rakyat , 3 Juta Rumah
“Kepemimpinan Presiden Prabowo sangat berpihak. Pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI untuk lipat gandakan penerimaan negara, Sekolah Rakyat untuk anak PKL-UKM, dan 3 Juta Rumah Rakyat yang libatkan tukang, kuli, warung material kecil. Semua ini ekonomi kerakyatan yang nyata,” papar Saiful Chaniago.
APKLI Merah Putih Siap Jadi Garda Depan
Saiful Chaniago menegaskan, pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih 17 Oktober 2026 di Jakarta yang dihadiri Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang se-Indonesia adalah bukti kesiapan organisasi.
“Di bawah Ketua Umum dr. Ali Mahsun ATMO, APKLI Merah Putih sudah siapkan Big Data PKL-UKM 2028, MUPP (Modal Usaha Produktif dan Pendampingan), Yayasan Dana Sosial PKL UKM Indonesia, Sentra Rantai Pasok, dan Tim Percepatan Badan Perekonomian UMKM RI. Kami siap jadi adrenalin baru.”
“Jika ekonomi rakyat kuat, daya beli naik, warung laku, PKL sejahtera, maka ekonomi tumbuh 8% bukan sekadar angka, tapi kesejahteraan yang dirasakan 270 juta rakyat Indonesia. Bersama Presiden Prabowo Subianto, kita wujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Sekjen APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago.(ltn)

















