700 Pelari dari 18 Negara Taklukkan Kaki Rinjani, Sport Tourism NTB Mendunia

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026, pada Ahad (20/9/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026, pada Ahad (20/9/2026).

SEMBALUN, LOMBOKTODAY.ID – Kaki Gunung Rinjani kembali menjadi panggung pertemuan olahraga dan pariwisata dunia. Sekitar 700 pelari dari 18 negara berlari menyusuri lanskap Sembalun dalam Sembalun Mountain Marathon Festival (SMMF) 2026, pada Ahad (20/9/2026).

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, SMMF tak lagi sekadar menjadi agenda lomba lari. Event ini mulai memperlihatkan wajah baru pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), ketika olahraga, alam, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat dipertemukan dalam satu pengalaman di kaki Rinjani.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang membuka SMMF 2026 mengatakan, event olahraga berbasis pariwisata memiliki arti strategis bagi NTB.

Menurutnya, sport tourism memungkinkan wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga merasakan langsung karakter alam dan budaya daerah melalui aktivitas olahraga.

Karena itu, SMMF didorong untuk terus berkembang secara bertahap hingga memiliki identitas dan brand yang kuat.

Pertumbuhan event, kata Iqbal, tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta. Profesionalisme penyelenggaraan serta semakin luasnya manfaat yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah event menuju level internasional.

Arah tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTB yang terus mendorong sport tourism sebagai salah satu bagian dari pengembangan pariwisata daerah.

Potensinya pun tidak berhenti pada olahraga lari dan marathon. Berbagai cabang olahraga yang memiliki keterkaitan dengan destinasi wisata, seperti tenis dan selancar, juga didorong untuk berkembang. Sejumlah kawasan lain di NTB turut diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan event serupa.

Mandalika menjadi salah satu kawasan yang terus dikembangkan. Sementara itu, kawasan Tambora mulai dijajaki sebagai lokasi potensial untuk event sport tourism berikutnya.

Dengan pola tersebut, pengembangan wisata berbasis olahraga diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2027 Loteng: DPRD Usulkan 2.942 Program, Fokus Infrastruktur hingga UMKM

Potensi dari selatan hingga utara, serta timur hingga barat NTB, dapat ikut bergerak melalui event yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

SMMF 2026 menjadi salah satu gambaran bagaimana pasar sport tourism mulai tumbuh dari kawasan kaki Rinjani.

Tahun ini, sekitar 700 peserta dari 18 negara ambil bagian dalam tiga kategori utama, yakni Full Marathon 42 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, dan Fun Run 7 kilometer.

Bagi peserta, tantangannya bukan hanya soal kecepatan dan jarak. Lintasan SMMF membawa mereka menyusuri lanskap khas Sembalun dengan jalur perbukitan, trail, serta panorama Gunung Rinjani yang menjadi salah satu ikon utama NTB.

Bukit Pergasingan dan Bukit Nanggi menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan. Dengan karakter tersebut, SMMF menghadirkan konsep lomba yang sekaligus menjadi perjalanan untuk mengenal alam Sembalun lebih dekat.

Pengalaman itu pula yang dirasakan salah seorang peserta asal Belanda, Nike. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti SMMF.

Perpaduan antara bukit, jalur trail, panorama alam, dan budaya lokal membuat aktivitas berlari di Sembalun terasa lebih dari sekadar kompetisi olahraga.

Di titik inilah kekuatan sport tourism mulai terlihat. Peserta datang karena event, tetapi pengalaman destinasi dapat membuat perjalanan mereka menjadi lebih panjang dan lebih beragam.

Dampaknya pun tidak berhenti di garis start dan garis finis. Kehadiran ratusan peserta bersama pendamping membuka peluang bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Kuliner lokal, kopi Sembalun, hingga berbagai produk masyarakat ikut mendapatkan ruang untuk dikenal oleh pengunjung dari berbagai daerah dan negara.

Pola inilah yang ingin terus diperkuat NTB: event mendatangkan orang, destinasi memberikan pengalaman, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

Gubernur Iqbal mencontohkan perkembangan Rinjani 100 sebagai gambaran bahwa sebuah event olahraga berbasis alam dapat tumbuh dari skala kecil hingga dikenal secara internasional.

Baca Juga :  Oknum Pejabat Kemenkum NTB Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Laporan Palsu

SMMF diharapkan dapat menempuh proses serupa. Namun, pertumbuhan tersebut tidak harus dilakukan secara instan.

Konsistensi, peningkatan kualitas penyelenggaraan, dan pembangunan identitas event menjadi bagian dari perjalanan untuk membentuk reputasi di tingkat yang lebih luas.

“Pelan tapi pasti, event-event seperti ini akan berkembang, semakin dikenal, dan menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat NTB,” ujar Gubernur Iqbal.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ambisi NTB mengembangkan sport tourism tidak semata-mata bertumpu pada besarnya sebuah event.

Ada pekerjaan yang lebih panjang: membangun ekosistem pariwisata yang mampu menghubungkan olahraga dengan destinasi, pelaku usaha lokal, masyarakat, serta kelestarian lingkungan.

Semakin populernya sport tourism di kaki Rinjani juga membawa tanggung jawab baru. Alam Sembalun, lanskap Rinjani, dan kekayaan budaya masyarakat bukan sekadar latar belakang penyelenggaraan lomba.

Ketiganya merupakan modal utama yang membuat kawasan ini memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Karena itu, pertumbuhan sport tourism tidak cukup hanya mengejar jumlah peserta dan skala kegiatan.

Profesionalisme penyelenggaraan harus berjalan beriringan dengan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta perhatian terhadap kelestarian alam dan budaya lokal.

SMMF 2026 pada akhirnya memperlihatkan satu arah baru pariwisata NTB: membawa dunia datang ke kaki Rinjani.

Para pelari tidak hanya membawa nomor peserta dan sepatu lari. Mereka datang membawa kesempatan bagi Sembalun untuk memperkenalkan lanskap, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakatnya kepada dunia.

Dari kaki Rinjani, sport tourism NTB pun mulai membangun jalannya sendiri—bukan sekadar sebagai sebuah event olahraga, tetapi sebagai ekosistem yang mempertemukan dunia, destinasi, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.(arz)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bupati Iron Naikkan Anggaran, Voli Bupati Cup Rarang Bakal Digelar Tiap Tahun
Musorprov KONI NTB 2026, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028
PORPROV XII NTB Resmi Dibuka, Gubernur Iqbal Pacu Atlet Raih Prestasi dan Siapkan PON 2028
Jalan Pejanggik Mataram Ditutup Sementara Kamis Siang hingga Sore, Ini Jadwal dan Jalur Alternatif Parade Atlet PORPROV XII NTB
Pocari Sweat Run Lombok Dongkrak Sport Tourism, UMKM hingga Hotel Kebanjiran Pengunjung
Bawa Modal Rekor dan Kepercayaan Diri, Pebalap Binaan AHM Ramadhipa Siap Taklukkan Jerez
Raih Podium Perdana, Ivan Valrossi Bawa Honda CRF250R Bersinar di Kejurnas Motocross 2026 Bekasi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

700 Pelari dari 18 Negara Taklukkan Kaki Rinjani, Sport Tourism NTB Mendunia

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Selasa, 8 September 2026 - 17:00 WIB

Bupati Iron Naikkan Anggaran, Voli Bupati Cup Rarang Bakal Digelar Tiap Tahun

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Musorprov KONI NTB 2026, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:02 WIB

PORPROV XII NTB Resmi Dibuka, Gubernur Iqbal Pacu Atlet Raih Prestasi dan Siapkan PON 2028

Berita Terbaru