MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Fauzan Khalid, menghadiri acara halal bihalal alumni mahasiswa asal Lombok yang pernah menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang dikenal dengan sebutan Jogja–Lombok (Joglo) ini menjadi ajang temu lintas generasi yang penuh kehangatan dan nostalgia di Mataram.
Dalam sambutannya, Fauzan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah tokoh yang turut hadir, termasuk Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan mantan Gubernur NTB, HL Serinata, yang ikut mendukung kelancaran acara.
Fauzan Khalid mendorong agar komunitas alumni mahasiswa Lombok di Yogyakarta tidak sekadar menjadi ajang reuni, tetapi berkembang menjadi paguyuban yang solid dan berkelanjutan.
Menurutnya, wadah seperti Joglo memiliki potensi besar sebagai ruang memperkuat solidaritas dan jejaring antar-alumni.
“Saya berharap kebersamaan ini terus terjaga. Meski tanpa struktur formal, pertemuan rutin satu atau dua kali setahun bisa menjadi cara memperkuat ikatan,” ujarnya.
Ia menilai, pengalaman hidup bersama di perantauan telah membentuk ikatan emosional yang kuat di antara para alumni.
Nilai kebersamaan itu, kata dia, menjadi modal penting untuk saling mendukung, termasuk dalam kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Fauzan Khalid yang juga pernah menjabat Bupati Lombok Barat dua periode (2016–2024) menekankan bahwa paguyuban alumni seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Ia mengajak seluruh alumni untuk menjadikan komunitas ini sebagai kekuatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat NTB.
“Paguyuban ini harus punya dampak. Bukan hanya kumpul, tapi juga berkontribusi membangun daerah secara bersama-sama,” tegasnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun sejak masa kuliah dapat menjadi fondasi kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga sosial kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga mengingatkan makna penting halal bihalal dan silaturahmi dalam kehidupan sosial.
Ia menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga momentum untuk memperbaiki hubungan dan memperkuat kepedulian antar sesama.
“Halal bihalal adalah jembatan untuk saling memaafkan, menyambung hubungan yang sempat renggang, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Dengan semangat itu, ia mengajak seluruh alumni Joglo untuk terus menjaga kebersamaan dan bersama-sama membangun Nusa Tenggara Barat (NTB) agar semakin maju di berbagai sektor.(Sid)

















