Pemprov NTB Percepat Integrasi Data Digital, Portal Satu Data Terhubung ke PELITA Kemendagri

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Lokakarya Integrasi Portal NTB Satu Data dengan Portal PELITA Kemendagri dan Satu Data Kabupaten/Kota se-NTB, yang digelar di Golden Palace Hotel Mataram, Rabu (15/4/2026).

Suasana Lokakarya Integrasi Portal NTB Satu Data dengan Portal PELITA Kemendagri dan Satu Data Kabupaten/Kota se-NTB, yang digelar di Golden Palace Hotel Mataram, Rabu (15/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Transformasi digital di sektor pemerintahan terus digenjot. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) kini memperkuat integrasi Portal NTB Satu Data dengan Portal PELITA Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sekaligus menyambungkannya dengan sistem data kabupaten/kota se-NTB.

Langkah strategis ini dibahas dalam lokakarya yang digelar di Golden Palace Hotel Mataram, Rabu (15/4/2026), melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas level pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa integrasi data bukan sekadar urusan teknologi, melainkan fondasi penting menuju tata kelola pemerintahan modern.

“Ini bukan hanya soal sistem, tetapi bagaimana kita membangun pemerintahan berbasis data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemprov NTB sebenarnya sudah memiliki dasar yang solid melalui kebijakan Pergub NTB Nomor 45 Tahun 2021 tentang NTB Satu Data.

Implementasinya juga terus berkembang, mulai dari pembentukan forum data, penyusunan metadata, hingga rencana aksi jangka panjang sampai 2029.

Baca Juga :  Ada Apa Tim UI Datang dari Jakarta ke Desa Pemongkong

Dalam praktiknya, sistem NTB Satu Data berjalan melalui empat tahap utama, yakni: Perencanaan data, Pengumpulan data, Pemeriksaan/validasi, Diseminasi data.

Menurut AKA, demikian Ahsanul Khalik biasa disapa, keempat tahapan ini krusial agar data tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar bisa digunakan.

“Tanpa perencanaan, data tidak relevan. Tanpa validasi, data tidak dapat dipercaya. Dan tanpa diseminasi, data tidak akan bermanfaat,” ujarnya.

Saat ini, NTB telah mengelola 921 jenis data dari 43 perangkat daerah, mencakup berbagai indikator pembangunan seperti RPJMD, Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga prioritas nasional.

Namun, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar jumlah data, melainkan kualitas dan pemanfaatannya.

AKA menekankan pentingnya standarisasi data, integrasi lintas daerah, konsistensi pembaruan data, pemanfaatan dalam pengambilan kebijakan.

“Tanpa komitmen kabupaten/kota, Satu Data hanya akan menjadi sistem, bukan gerakan,” ucapnya.

Sementara itu, Lead SKALA NTB, Lalu Anja Kusuma, menjelaskan bahwa fokus utama lokakarya ini adalah membangun konektivitas data dari level daerah hingga pusat.

Baca Juga :  Kemacetan Rembiga Jadi Sorotan, Gubernur Iqbal dan Wali Kota Mohan Turun Cari Solusi

“Tujuan utamanya adalah mengintegrasikan portal data kabupaten/kota dengan NTB Satu Data, lalu terhubung ke Portal PELITA Kemendagri,” jelasnya.

Menurutnya, integrasi ini akan membawa dampak besar, terutama dalam meningkatkan akurasi data dan mempercepat proses pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Ketika seluruh data sudah terkoneksi, proses analisis hingga perumusan kebijakan akan menjadi jauh lebih efisien.

“Kalau data sudah terhubung, pemanfaatannya akan jauh lebih cepat untuk mendukung pembangunan.”

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat integrasi data di NTB.

Dengan konektivitas yang semakin kuat antara kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat, NTB menargetkan ekosistem data yang terintegrasi, akurat, transparan.

“Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata dan menjadi kontribusi penting bagi pembangunan daerah ke depan,” tutup Anja.(Sid)

Berita Terkait

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB